RSS

Tag Archives: sunyi

serupa itu

perempuan itu, bosan harus berpura-pura senang. kalau kau tersenyum padanya, dia akan tersenyum. kalau menangis dan butuh dia menenangkanmu, dengan cepat dia bisa membuatmu tertawa. tapi dia sunyi, hanya sunyi.
dia merasa capek dan ingin istirahat. sekarang, dia memilih sebuah bangku kosong di sebuah taman. duduk berdiam sendirian begitu, dia mengenal dirinya dengan segera. bahwasanya dia memang sendirian. tak ada siapapun yang bisa dia (percaya) jadikan tempat bergantung dan sekadar berbincang.

dia bosan, sangat bosan. tapi dia tidak punya tempat lain, selain bangku kosong itu. dia ingin bepergian, tapi dia tak memiliki tempat untuk dituju. sekarang dia mulai memangis. ekspresinya memang tidak berubah, tapi airmata jujur melengkapinya.

dia tak terbiasa bercerita pada seseorang. dia terbiasa diam. kalau-kalau kau pernah mendengar ceritanya; sesungguhnya itu bukan cerita yang penting. sesuatu yang dirahasiakannya bisa saja dengan cepat membunuhnya. bisakah kau percaya padaku tentang perempuan itu?

nah, dia tak terbiasa bilang, “Tolonglah aku. duduklah di sini sebentar, aku butuh bantuanmu.” tidak, tidak begitu cara dia menyelesaikan banyak hal. dia memang selalu sendirian. dia tak pernah tau, kepada siapa dia bisa bergantung dan percaya.

dia masih duduk di bangku itu. orang-orang yang hilir mudik di depannya nampak serupa angin begitu saja. dia mulai cemas, kalau-kalau seseorang merebut dirinya sendiri dari dia. kalau terebut, siapa yang bisa dipercayainya lagi. siapa yang akan menenangkannya lagi?

dia masih menangis. matanya serupa kaca. dia tidak terisak. dia hanya diam menangis begitu. apa dia bernasib malang? mungkin. tapi dia sendiri tak pernah tau bagaimana menyingkirkan nasib malangnya itu.

sekarang, hujan mulai turun. dia tak juga beranjak dari bangku itu. badannya sudah kuyup, dia mulai menggigil dan batuknya menjadi, menahan sesak. dia tak berharap seseorang menemukannya dan mengajaknya pulang. dia tak punya siapa-siapa selain dirinya bukan?

begitu malam datang, dia merebahkan dirinya di bangku kosong itu. dia hanya ingin tidur dan bermimpi tentang kau. setelahnya, dia tak ingin apa-apa lagi….

Advertisements
 
18 Comments

Posted by on April 17, 2008 in Puisi

 

Tags: , ,