RSS

Tag Archives: sahabat

Lil…

s.a.h.a.b.a.t

hijau kuning sejarah/telah kau tuliskan di sudut sana/menjadi sesuatu yang tak perlu kau jelaskan keberadaannya/ombak juga begitu/ia tak pernah menjelaskan apapun/untuk sejuta kebohongan yang ia bisikkan/bersama camar/sudahlah diam/biarkan sekelilingmu beku/kau tak perlu menghangatkan mereka dengan air mata.
Surabaya, 2005

Tulisan itu saya buat beberapa hari sebelum saya ulang tahun, waktu itu, yang kemudian pada bulan dan tahun yang sama diterbitkan oleh Bayumedia bersama tulisan yang lain dalam “Yang Pertama; Sajak Cinta herlinatiens.” Sengaja saya buat untuk Lil, yang suaranya memenuhi telinga saya di handphone. Kami tak banyak bersapa sesudahnya. Kadang-kadang saja bersapa lewat pesan-pesan singkat. Dan telpon-telpon santun saat dia hendak menulis berita tentang saya.

Saya memintanya, untuk tak lagi selalu mementingkan kepentingan “seseorang” itu. Dalam hati saya, sudahlah Lil, airmatamu tak harus jatuh lagi dan lagi.
Tapi sekarang justru sayalah yang membuat hidungnya mimisan karena kena pukul seseorang demi membela saya. Well, ceritanya bagaimana, saya tak harus bercerita di sini. Pendeknya seseorang sedang ingin memfitnah saya melalui “karya adi -tanpa- busana” anggaplah begitu.

Mengapa saya melarangnya menangis? Dengan menggantinya serupa luka berwarna merah. Saya tak melihatnya. Tapi saya tahu, saya akan panik jika berada di dekatnya. Lil, teman saya ini, dia seorang wartawan. Selalu santun, selalu manis, juga apa adanya. Kalau bicara, bibirnya seolah bergerak dengan cara yang paling sopan. Dia yang nampak malu-malu itu, pagi tadi mencoba menjaga harga diri dan nama saya dari orang-orang yang -tidak- saya kenal.

Sekarang, seperti ladang-ladang di musim penghujan, saya merasa ada terlalu banyak hal yang tak bisa saya bayarkan untuknya. Saya telah melewati hari yang sedikit berat dan melelahkan. Tapi saya tahu, saya tak harus sekuatir biasanya, karena Lil ada bersama saya pagi tadi. Seperti perawan Marea, dia berdiri di sana, untuk membantu saya melipat cerita ini dengan cepat tanpa bicara.

Yogyakarta, 6 April 2008

Advertisements
 
29 Comments

Posted by on April 6, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: ,