RSS

Tag Archives: harimau

harimau dalam saya

kau mengendus segala juru menjumpa darah
dengan taring kau cabik hati yang terbuka
seperti sesat kau lucuti malu
tanpa iba kau jemukan mereka pada hidup yang sementara

Lil, teman saya menelepon saya dan tiba-tiba hiruk oleh beberapa pertanyaan yang sedikit berbeda dari biasanya.

“Ibumu nyidam apa saat hamil kamu?”
“Saya tak tahu. Tapi saya tahu, Ibu makan jantung dan hati harimau.”
“Benarkah?”
“Iya.”

Tak ada untungnya berbohong padamu, begitu pikir saya. Ya, memang benar, kalau tidak salah saat usia kandungan Ibu berumur 3 atau 5 bulan.
Ibu saya, memakan hati dan jantung harimau yang dibawa oleh Bapak. Tengah malam itu. Sebenarnya saya tak tahu jelasnya. Saya belum sempat bertanya secara jelas perihal itu.
“Bagaimana rasanya, Bu?”
“Ya biasa saja, hati harimau itu besar de, tapi Ibu habiskan saja.”
“Doyan atau lapar?”
“Ndak tau, ya Ibu maem sajalah.”

Kata teman saya yang penasaran dengan apa yang di nyidamkan Ibu saya saat hamil ini. “Wah pantesan, memangnya biasa di sana makan hati harimau?”
Saya terbahak, tentu saja tidak. Mungkin satu kampung di sana, hanya Ibu saya yang sempat makan hati dan jantung harimau. Itu juga hanya sekali.

Harimau binatang liar yang tangguh dah bertanggungjawab, saya kira begitu. Tak ada salahnya kalau dimakan. Dalam masyarakat Petalangan Riau, terdapat sebuah cerita yang tiba-tiba saya ingat tentang seekor harimau yang merasa bersalah karena memangsa manusia. Dan atas kemauan sendirilah karena menyadari kesalahannya, harimau itu masuk ke dalam perangkap dan siap untuk dihukum oleh pawang dan masyarakat setempat.

Teman saya heran, bagaimana mungkin seseorang bisa nyidam harimau. Nah, sebenarnya saya tidak tahu apakah Ibu memang nyidam atau bagaimana. Pendeknya kalau kemudian ada yang berpendapat bahwa sifat dan tabiat seseorang dipengaruhi oleh makanan yang dimakan oleh si Ibu saat mengandung, ya saya manut sajalah.

Dalam seni penca, harimau dianggap memiliki memiliki sifat-sifat yang baik untuk ditiru oleh manusia. Sifat berani, ingin tahu, empati, simpati. Tapi bagi saya, sebenarnya harimau juga jiwa yang penakut dan mudah panik. Saya rasa begitu. Ada kepercayaan di tempat kami (atau tempat lain juga?) bahwa harimau sebenarnya sangat menghindari manusia. Bagi harimau, bertemu atau melihat manusia adalah kesialan tersendiri. Dengan bertemu/berpapasan dengan manusia, harimau-harimau itu akan bernasib sial. Selama berminggu-minggu ia akan kesulitan mendapatkan mangsa untuk makan. Makanya, harimau yang panik itu akan memangsa manusia, agar kesialannya menghilang.

Tapi kalau saya berpapasan dengan harimau apakah saya juga akan dimangsanya? bukankah saya serupa saudara bagi mereka? hehehe. Kan saya makan hati dan jantung saudara mereka? Atau justru saya musuh terbesar bagi mereka? Seperti induk-induk ular yang mengejar manusia yang telah membunuh anak mereka.

Lantas teman, apakah saya tampak seperti harimau di mata sampeyan?

 
28 Comments

Posted by on April 8, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , , , ,