RSS

Category Archives: PERJALANAN semacam PETUALANGAN

Membawa Anubis dari Melbourne

Di akun sebelah sedang marak pamer barang lawasan, tak ketinggalan saya ikut panas membongkar-bongkar barang-barang saya. Menemukan cangkir saya senang. Menemukan koin cetakan tahun 1790 saya makin senang. Menemukan surat-surat yang saya terima di tahun 1990-2001 saya senang dan berdebar. Menemukan foto mantan ya lumayan senang hehehe.

Tahun 2012 kemarin, adalah kali kedua saya berkunjung ke Melbourne. Tinggal selama tiga bulan di sana membuat saya rajin mengunjungi tempat-tempat yang direkomendasikan beberapa orang teman. Salah satu yang musti saya kunjungi adalah old shop. Adik saya juga menyarankan pada saya agar tak melewatkan pengalaman mencari-cari pernak-pernik lucu di toko barang bekas ini.

Di sebuah old shop/ vintage shop di Sydney road. SAVERS (http://vintagemelbourne.com/savers-sydney-road/) Toko barang bekas ini tentu lebih gede ketimbang yang ada di Jalan Afandi (dulunya Gejayan) misalnya. Sebenarnya saya bukan terbasuk orang yang suka belanja di toko barkas, tapi masuk ke Savers saya merasa senang. Banyak barang-barang lucu yang saya temukan. Belum ada satu jam saya sudah melirik tempat lilin dari kuningan bertulisakan huruf China, piring hias untuk dinding berbahan kuningan juga untuk bapak, yang kalau saya perhatikan berasal dari Eropa.

Hari itu, meskipun di musim panas, saya kedinginan karena suhu menunjukkan posisi 18 derajat celcius di handphone saya. Karenanya atas saran kawan, saya berpikir untuk mencari mantel yang bisa saya gunakan untuk sementara selama di Melbourne. Tidak mendapatkan mantel, saya menemukan pernik kecil yang saya kenali sebagai patung ala Mesir.

1926721_10152783786111473_6181722040717450912_n

#Disergap Jirih
Hari ini, setelah dua tahun lewat, saya mencari-cari figure siapakah dalam patung ini. Lalu saya menemukan sosok Anubis. Anubis yang dalam kepercayaan Mesir kuno dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam kematian (mengingat perannya yang berhubungan dengan kematian dan akhirat) membuat saya bergidik untuk sesaat sekaligus ingin lebih tahu soal Anubis. (OK ini PR untuk saya mencari-cari referensi tentang Mesir kuno)
Dewa berkepala serigala, beberapa menganggapnya berkepala anjing ini membuat jantung saya berdebar-debar, mana warnanya kusam, meski label harga (1,99$) yang masih nempel belum saya lepas sesekali saya jadikan fokus agar tak terlampau berdebar.

saya sedang takut mati!

Dari hasil ngintip ke beberapa web, Anubis yang sering digambarkan berkulit hitam ini melambangkan gambaran kehidupan setelah kematian dan kelahiran kembali juga diyakini sebagai dewa dunia bawah. Yang menenangkan, (karena sempat berpikir akan membuang the little ones ini) ada yang mengatakan Anubis dianggap sebagao pelingdung roh dan pemangsa jiwa-jiwa jahat. Lebih dari itu, Anubis menjadi pengawas misteri. Well, saya senang hal-hal yang penuh misteri.

Narasi tentang kematian, apapun bentuknya, meskipun nyaris selalu membuat saya bergidik, selalu terdengar sexy bagi saya. Cerita-cerita yang mengiringi si mati. Mitos dan dongeng tentang lepasnya roh dari tubuh yang didendangkan secara turun temurun, bagaimanapun manusia modern menertawakannya, nampaknya tak mengubah sexy-nya kematian bagi saya.Tak heran saya selalu terdiam saat megatruh menyentuh telinga saya, dimanapun, kapanpun dan dalam situasi seperti apapun. Debar yang selalu datang biasanya adalah tanda untuk saya berpura-pura tidak mendengar sekaligus ingin terus mendengarnya.

10418258_10152783786491473_8931909919397297648_n

Yogyakarta, 1 Oktober 2014

 

Tags: , , , , , ,

Sebab Aku Marah

Kelak jangan salahkan aku bila kutanam biji yang sama dalam rumah kita. Sebab kau ajari aku berkebun dengan cara yang paling benar. Bukankah bagiku kau akan menjelma guru? menjelma Tuhan dan jalan?

Kelak jangan hukum aku bila kusimpan kelopak bunga yang sama, toh mereka hanya buah dari biji yang pernah kita tanam. Bukankah kau lebih pandai menyimpan teratai juga edelweis? Aku hanya punya mawar juga kamboja.

Kelak bukan hari ini. Sebab aku bisa saja mengalah dan memperbaiki. Seluas apa janji bisa memenuhi. Sedalam apa kasih bisa melindungi? Sebab padamu aku berguru cara baru merangkai rumput juga keladi.

Yogyakarta 2 feb 2009.
was taken from http://herlinatiens.multiply.com

 
 

perihal lama, 2

f a n g
(1996 – 2009)

sebab aku menemukanmu kembali, fang. dalam tubuh yang sama teguhnya. dan kita tak lagi kanak-kanak yang nampak ranum oleh seragam pramuka juga tas sekolah dan pensil-pensil berujung runcing.

kau masih memiliki senyum yang mengundang. dengan dua biji mata di bawah lengkungan alis yang teramat sederhana. dan kita tak lagi kanak-kanak, yang sedia diri menyimpan cinta. kau kira kanak-kanakkah aku hanya karena menyimpan waktu? membiarkan tahun berganti sebanyak tiga belas kali tanpa bicara ya atau bahkan tidak saja?

lantas mengapa kau mulai sekarang? tidak saat dengan kegigihan seorang lelaki kecil kau sulamkan namaku di sebuah kain perak warnanya. kukira hanya aku, tapi itu kita. bukan aku tapi juga kau. bukan kau tapi juga aku. kita.

kita terlambat bukan?
menyampaikan semua dengan kata-kata. mengapa dulu tak cukup untuk kita mengerti dalam diam saja?

mustinya aku miliki keberanian yang sama seperti hari kemarin. mustinya kau miliki kegigihan yang lebih mengawalinya dulu. tapi kau mengira hanya kau saja yang menyimpan cinta yang kau kira kanak-kanak. tapi kukira hanya aku saja yang menyimpan cinta yang kukira kanak-kanak.

kita tak lagi kanak-kanak, karenanya mungkin tak seharusnya mendirikan pertemuan dengan cium dan sesal. tidak lagi merencanakan pertemuan diam-diam di belakang perempuan lain yang menunggu kau maharkan.

kita tak lagi kanak-kanak, fang. aku ingin merebutmu dariku. aku ingin kau merebutku darimu. tapi mengapa tak mudah, sebab kita memang tak lagi kanak-kanak. semustinya kita bisa sekadar mencintai saja. tapi begitulah, jiwa kanak-kanak jugakah yang telah memenuhi kita sekarang?

mengapa kita terlambat? apa karena kita bukan manusia pemberani? tentu bukan. tapi hatiku tak jauh, fang. tapi hatimu tak tandus. sebab tahun yang berganti tiga belas kali hanya soal angka belaka. aku masih ingat kau seluruh.

caramu berjalan.
caramu menyisir rambut yang hitam.
caramu berlalu dari air ke mushola sekolah kita.
caramu tak suka.
caramu tertawa.
caramu menyentuhkan ujung jari di lenganku.
caramu penuh seluruh.
dulu kita kanak-kanak.tapi sekarang tidak.

bukankah sekarang segala masa lalu tak lagi bisa kita sebut sia-sia? bahkan bila kau kuminta tetap memaharnya…sebab kita memang ada.

Yogyakarta, 2009

 
13 Comments

Posted by on January 24, 2009 in PERJALANAN semacam PETUALANGAN

 

perihal lama

fang

pernahkah kau mengingatku?
-atau tidak sama sekali-
pada jarak yang jauh dan rawan
sebagai teman sementara bersama
bangku-bangku coklat yang menghitam di sisinya
;sekolah lama kita juga seragam pramuka

di sebuah sudut pernah kuharapkan dirimu
serupa kebahagiaan yang tertunda belaka
sebab aku mengenangmu penuh seluruh
sebagai lelaki yang selalu tersenyum
juga ingatanku sendiri

padamu tak pernah menjadi alasan untuk
bersama kelak

kulupakan cara wajahmu melukis senang
menanggalkan jalanan tua dan rel kereta tempatku
belajar mempercayaimu
tapi semua menambah panjang mimpi buruk dan masa lalu
yang tak ingin lenyap dalam aku

memang tak pernah ada kita
maka kau tak harus mengingatku
selain tentang perempuan kecil yang
padanya kau dapatkan salam dari gadis lain

telah kukenang mimpi paling sirna
memugarnya menjadi mimpi buruk baru
lantas selain diam apalagi yang kumiliki?

Oh kapankah kau mengenali aku
betapa kupersiapkan segala suka untuk
menyambutmu

mungkin tak akan pernah singgah segala harapan
sementara orang-orang lebih pandai lagi menghitungku
pada hal-hal yang tak kupahami
sementara kau semakin jauh
sejak semula jauh

dan sekali lagi aku takut menemuimu
sebab pertemuan lebih banyak menawarkan ngilu
sedang dalam diam aku tetap menjagamu

jakarta – 2005

 
1 Comment

Posted by on January 24, 2009 in PERJALANAN semacam PETUALANGAN, Puisi

 

istri yang lain

close to you

dia marah karena perempuan itu menyembunyikannya. dia kesal, karena perempuan itu lebih senang menemuinya dengan sembunyi-sembunyi di kota lain. dia merasa tak istimewa, maka mengatur segala sesuatunya agar nampak sempurna di mata si perempuan.

tak sekalipun perempuan itu menyebut namanya dalam pertemuan-pertemuan yang perempuan itu dirikan tanpanya. tak sekalipun perempuan itu menyelipkan foto-fotonya dalam segala catatan yang perempuan itu tasbihkan. seolah dia kekasih rahasia yang dicintai saat hanya berdua saja. tapi bukankah tak ada alasan untuknya tidak mempercayai kekasihnya sendiri? sudah jelas, perempuan itu hanya ingin mencintainya. mustinya, dia cukup mengerti itu.

sejujurnya senyumnya terlalu menawan. cara menatapnya selalu hangat dan jujur. tak ada alasan yang lebih menjanjikan selain cara dia mencintai perempuan itu. tapi benarkah segala hal hanya cukup berkutat pada cinta?

memang benar perempuan itu memikirkannya, sebentar lagi akan penuh seluruh perempuan itu menginginkannya. sama besarnya dengannya sendiri. rumah akan didirikan, jalan akan dilebarkan, segala rintangan akan pelan dibinasakan. maka menjadilah apa yang semustinya menjadi. tapi bisakah kita rahasiakan semuanya lelakiku?

saat merindumu terasa -lebih- menyenangkan, 10okt2008

 

damned

Saya memutuskan untuk memulai semuanya dengan cara yang paling alami; mencintainya -lagi- sebagai kenangan yang tak harus saya singkirkan dari kepala saya. Bagaimanapun juga dia memang selalu mudah membuat saya mengulang lagi dan lagi menoleh ke arahnya.

Tentu bukan karena dia memang memiliki senyum yang selalu nampak baru itu. Juga bukan karena matanya mengedip dengan cara yang terlihat istimewa bagi saya. Bukan, bukan hanya karena itu. Jelas bukan saja karena itu saja…

Sebentar lagi dia akan menikah. Bukan dengan seseorang yang saya duga, tapi dengan perempuan lain yang katanya memiliki cara tertawa yang sama dengan saya. Saya sering merasa masih memilikinya, meski kenyataannya tidak lagi. Saya masih sering bermimpi tentangnya, meski tak senang saat mengingatnya begitu terjaga.

Saya tahu, memaafkan adalah cara saya memberikan ruang untuk kenangan-kenangan itu mengapung bersama hidup yang musti dijalani. Saya pernah menyesal mengundurkan diri, sekarang saya tak ingin menyesal lagi dengan melupakannya sebagai harapan tak bertuan.

Sekali lagi saya akan membenci perayaan itu; pesta-pesta lebaran dimana orang akan bertanya dan menuduh. Sekali saya akan tak suka pada pesta pertemuan dan senyuman yang dia berikan. Karena dialah dulu yang selalu saya harapkan saat takbir mulai saya dengar beradu dengan suara petasan.

Jadi, saya memutuskan untuk berhenti berusaha melupakannya; demikianlah dia akan selalu bersama saya sebagai kekasih tanpa nama yang pernah saya perjuangkan di masa remaja saya. Seseorang yang karenanya saya melacurkan diri pada hujan yang membuat gigil dan merindu, oh saya membenci hujan sejak saat itu. Seseorang yang berhasil meruntuhkan dunia kecil saya dengan selembar kalimat; “Aku tak menyangka, kau tahu alasannya?”

Ngawi-Yogyakarta 4 Oktober 2008

 

calon suami vs kekasih hati

Biasanya saya bermain peran dengan Wachid Eko dan Dadang Afryadi. Tapi untuk pementasan -PARIA- kali ini di Surabaya, saya mengajak mereka. Beginilah mereka pada awalnya Mahendra si calon suami dan Rie sang kekasih, pujaan hati đŸ˜€
Dengan berbagai pertimbangan -termasuk manut panitia- mengajak orang-orang baru tidak apa kan? Jadi bisa sama-sama belajar. Toh saya juga belajar…..

Ini Vhisnu Mahendra, diperanin oleh Dimas…

Rafael : Sekarang kau menjelma iblis. Kau tolol! Kau bodoh! Goblok. Jangan mencoba menghitam putihkan sesuatu, begitu terus kau serukan di telingku. Tapi Paria, jangan mengabu-abukan sesuatu hanya untuk membenarkan sesuatu yang jelas salah!

Yang ini Rie Shiva Ashvagosha sang kekasih hati, diperanin Dyah Pandam Mitayani

Paria :O, begini-begini Tuan Rafael yang terhormat dan merasa menjadi wakil Tuhan, saya ini percaya Tuhan. Apa anda kira hanya anda saja yang percaya Tuhan? Saya kira anda salah! Saya mungkin tidak termasuk umat beragama! Tapi saya percaya Tuhan, mencintai dan meyakininya dengan cara saya sendiri!

 

Tags: ,