RSS

Senam Hamil Hari Ini…

27 Dec
20150705_111300
Minggu pagi adalah jadwal saya senam hamil, sebelum siangnya jadwal kontrol. Seperti biasa, hari ini saya ikut senam diantar suami, mama, dan papa mertua. Tahu menantunya sedang ingin makan belut sawah, mama dan papa mertua tidak langsung pulang ke rumah tapi berputar-putar ke beberapa pasar dan tempat untuk mendapatkannya.
Saya kecil tidak pernah tidak selalu lahap saat Ibu saya menggoreng belut sawah yang dibelinya dari tetangga jauh yang datang ke rumah. Cara Ibu menggoreng belutnya tidak terlalu kering, tapi juga tidak basah…mungkin kalau bisa saya jelaskan kering di luar, basah di dalam…#halah. Karenanya saya cenderung tidak doyan dengan belut-belut goreng yang banyak dijual di pasaran. Biasanya mereka menggorengnya dengan tepung, atau kalau tidak ya terlalu kering. Kalaupun ada yang lumayan mendekati cara ibu saya menggoreng belut, hbiasanya si belut tidak dibersihkan dengan baik, karenanya menyisakan rasa pahit di lidah.
Senam hamil biasanya dibagi menjadi dua bagian, pemanasan dan latihan inti. Pemanasan ya diisi dengan latihan pernafasan selama kurang lebih 20 menit, sementara latihan inti biasanya berupa latihan mengejan. Jeda di antara latihan pernafasan dengan mengejan itu biasanya kami gunakan untuk istirahat sejenak, pipis dan atau minum.
Hari ini saya kehilangan konsentrasi sebab ibu hamil di samping saya menggunakan parfum yang aromanya ya ampuuuuun….Tahu sendiri kan kalau bumil penciumannya cenderung lebih sensitif dan mudah terganggu dengan aroma-aroma yang pada akhirnya membuat mereka mual. EHEH…saya mual dan nahan muntyaaaah….udah gitu si ibu satu ini membawa serta anaknya yang kira-kira berusia enam tahun. Walhasil, jarak antara saya dan dia jadi lebih sempit dan otomatis mengganggu saya bergerak mengikuti gerakan senam. gpp gpp, ibu hamil katanya musti dan wajib lebih sabar. #halah lagi….nggak juga, kalau saya justru memilih lebih asertif dalam menyampaikan ketidaknyamanan saya.
JADI saran saya buat bumil, kalau senam nggak usah pake parfum berlebihan…atau lebih bagus lagi nggak pake atau pilih saja cologne untuk baby. Mungkin jadi lebih bisa diterima penciuman ibu lain. EH serius yang tadi aromanya…uhuk…#nyinyir ya? mbok ben…
Saat istirahat selama 15 menitan itu, meski si mbak bidan bilang istirahatnya hanya 5 menit, saya memperhatikan si adik yang datang bersama ibunya tersebut. Lalu saya ingat masa kecil saya. Saya pernah sekecil itu dan sebentar lagi saya akan memiliki anak seusia dia…Saya ingat karib saya de Yaya dan saat kami sekolah di taman kanak-kanak. Saya ingat keriangan kami saat kemewahan yang datang dua minggu sekali mendatangi kami di hari Sabtu; ibu guru (bu Kus, bu Sri, dan bu Gin dibantu pak Kliwon) memasak bubur kacang hijau dan bubur ketan hitam. Lalu minggu berikutnya kami membawa bekal dari rumah, biasanya saya dan de Yaya berbagi lauk yang kami bawa. Begitu terus bergantiang antara masakan ibu guru dan bekal dari rumah…
Anak de Yaya sudah dua, saya sendiri baru akan melahirkan yang menurut HPL adalah bulan depan ini. Saya tidak mengharap siapapun datang menengok apalagi membawakan kado untuk kemewahan saya kali ini….selain doa, doa, doa, doa, dan doa untuk keselamatan saya dan jabang bayi saya di hari yang paling saya tunggu ini…
Sudah ah, ibu hamil mau melanjutkan bacaan sembari menunggu jam ketemu dokter di rumah sakit ring road Utara situ…
Kali ini bumil sedang mengulang membaca, Akar Kekerasan milik Erich Fromm…

27 Desember 2015

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2015 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: