RSS

Apakah Tidak Boleh Menjadi “Aku” Saja

18 May

IMG_1442

Kalau saya menikah dan hamil apakah lantas saya bahagia?

Beberapa tahun lalu saya asyik membuat status di fesbuk yang kira-kira berbunyi; betapa pertanyaan bersifat kepo dan mau tahu dari sekitar tidak akan pernah berhenti. Dari kapan menikah, kok nggak punya anak? atau jumlah momongan sampai seterusnya akan terus ada selama masyarakat kita masih melayan sistem dan nilai yang sama soal menjadi anak manis; lelaki jantan; perempuan sempura; orangtua baik.

Tahun itu saya dikejar-kejar orangtua untuk menyegerakan pernikahan. Saya sendiri tidak tertarik pada jenis komitmen sejenis ini pada waktu itu. Saya marah pada Ibu saya; Ibu percaya? Kalau ibu terus mengikuti omongan tetangga, saudara tua, ini nggak akan habis, dari “Lina kenapa sekolah jauh-jauh?” lalu “Lina kapan nikah?” terus kalau sudah nikah ganti ke “kok nggak segera punya anak?” lalu ganti lagi menjadi “mana adiknya?” Seterusnya dan seterusnya, berikut pertanyaan-pertanyaan lain seperti; “Suami kerja dimana?” dan atau “Sekarang tinggal dimana?”

Dua tahun lalu sewaktu usaha yang kami rintis dikisruh salah seorang -istri- pegawai, dan menimbulkan komunikasi yang tidak sehat perang status menjadi hari-hari yang menjijikkan. Atau sebenarnya saya lebih banyak menahan untuk diam sebab saya sadar itu rumus tolol untuk menyelesaikan masalah. Cara kerja sosial media dalam membunuh karakter seseorang dan perang psikologis memang dahsyat ya… Hal paling jahat yang perempuan ini (yang konon aktivis feminis dan sedang sibuk mencalonkan diri menjadi anggota dewan ini,) lakukan adalah menyerang saya dengan hal-hal seputar kuasa dan tubuh perempuan.

Sebut saja salah satunya adalah status-status tentang; sepertinya ada yang tidak senang dengan kebahagiaan kita bertiga, tidak senang dengan kebahagiaan ayah dan bunda menunggumu sampai bla bla bla bla….lalu juga; bahagia itu seperti ini lho mbakyu (mbakyu di sini yang dimaksud tentu saya) dengan memamerkan foto anaknya.

Tiba-tiba kegelian sekaligus ketidaknyamanan saya soal kasus ini terbuka lagi begitu seorang kawan di fesbuk share sebuah link (https://flyingsolighttothesky.wordpress.com/2015/05/07/jika-hamil-itu-kompetisi-apakah-semua-perempuan-harus-jadi-pemenang/) yang saya baca beberapa paragraf saja namun sok PD merasa paham kira-kira apa yang dituliskannya.

Apa salah jika seseorang (perempuan misalnya) memilih tidak menikah?

Apa keliru jikapun sudah menikah memutuskan tidak memiliki anak?

Lebih daripada itu, apakah salah apabila tubuh perempuan dan atau laki-laki tidak digampang dibuahi dan atau membuahi?

Bagi saya, menyepelekan dengan dan atau mempertanyakan kuasa tubuh seseorang atas dirinya sendiri adalah tidak bijak, mempertanyakan bagaimana perempuan mengatur tubuhnya adalah jahat. Terlebih apabila yang bertanya belajar dan membaca kesetaraan gender dan “perempuan”. Atau jangan-jangan itu hanya sekedar wacana? pepesan kosong belaka?

Padahal saya berharap dari orang-orang sejenis merekalah, nilai dalam masyarakat dalam memandang tubuh perempuan bisa bergeser ke arah yang lebih baik; memerdekakan tubuh perempuan, meng”aku”kan tubuh perempuan. Lebih dari itu semua; MANUSIA.

Kemeriahan aktivis di Indonesia dalam gerakan sosial kemanusiaan di bidang apapun seringkali membuat saya menemu tubuh yang teralienasi dari dirinya sendiri. Di bagian lain saya menemukan kemegahan teori dari tubuh yang belum tuntas mengalami wacana yang disungginya. Orang-orang yang kadung dilabeli nabi ini membabi buta memperlakukan manusia lain yang dianggapnya tidak sepaham.

(nyambung besok ya)

baca juga ni: http://endahraharjo.blogspot.com/2015/05/dicari-perempuan-sempurna.html

18 Mei 2015

 
Leave a comment

Posted by on May 18, 2015 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: