RSS

e dijahyellow e tengkiyuuu

25 Oct

…saat yang WARAS menghibur masyarakat yang sakit…

Masyarakat yang sakit dibangun dari individu yang hidup dengan modus “memiliki” dan menolak untuk “menjadi”. Erich Fromm

Sementara ciri utama orientasi memiliki yaitu kecenderungan memperlakukan setiap orang dan setiap hal menjadi miliknya. Dimana memiliki berarti menguasai dan memperlakukan sesuatu sebagai objek. Hal ini berkonsekuensi pada pem-benda-an. Yang berarti hal ini berkorelasi pada pengertian pada segala sesuatu yang dibendakan akan diberlakukan seperti benda.

Saya sih tidak terganggu dengan siaran seharian penuh pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Meski bahkan sebelum acara live tersebut benar-benar tayang, sudah banyak orang komplain melalui dumay sebab merasa haknya untuk mendapatkan informasi yang sehat dan bernutu telah dilanggar oleh Raffi Ahmad dan stasiun televisi yang menyiarkannya.

Pikir saya sih itung-itung njagong manten, sementara menghitung ada berapa banyak perempuan ingin seperti Gigi. Di samping saya, mbak Rita, suster-nya eyang berulang kali bilang, “aku juga mau kayak Gigi, ya ampun hadiahnya sepatu harganya mahal.”

Bukan soal ini yang saya sedang batin dua tiga hari ini.

Tapi soal Hodijah @dijahyellow yang sempat saya lihat tayangannya di youtube.com seperti ini

Coba perhatikan cara Hodijah bercerita soal Bieber. Apa benar Hodijah “waras?” Bagi saya, stasiun televisi yang pernah menyiarkan/mengundang Hodijah ini sudah terlampau keterlaluan. Mungkin saja, saya salah satu orang yang kurang perduli tentang siaran televisi Indonesia. Bukan karena belagu merasa tayangan tv Indo nggak mutu, tapi karena saya memang jarang nonton tv, hobi saya maenan koi, memasak, dan maenan tanaman. Selebihnya sebelum tidur saya akan menyempatkan diri nonton tayangan Natgeo, meski kadang bikin wagu sendiri tapi tetap masih menyehatkan. Butuh nonton opera sabun saya akan mengaktifkan channel starworlds. Nunggu beberapa opera sabun yang sering ditayangkan berseri di situ pada musim-musim tertentu.

Bisa jadi saya satu-satunya yang gila, sementara yang lain masih sehat sentosah. Mengapa saya mencurigai orang di sekililing saya, sementara mereka bisa memprotes tayangan soal pernikahan Raffi Ahmad (buktinya bisa update di dumay kan? yang bahkan sblm tayangan Raffi – Nagita benar-benar tayang) tapi kecolongan soal Hodijah. Atau jangan-jangan memang saya yang gila? saat sok tahu (jadi ingat revisi dari dosen saya Katrin Bandel di sebuah lembar tesis saya) karena membawa barometer sendiri soal gila dan waras. Jangan-jangan memang saya yang gila karena menyebut Hodijah kan “sakit.” Jangan-jangan memang hanya saya yang gila karena mempertanyakan mengapa stasiun tv berikut awak kapalnya tega mengundang dan menyiarkan Hodijah untuk menjadi tontonan dan tertawakan penonton. Lalu pulang kembali ke rumah untuk membaca tweet dan komentar dari followernya yang menghina dan mengejeknya.

Hodijah bukan Syahrini, Shinta Jojo apalagi Nikita Mirzani, pemirsa…

…yang meskipun bukan berarti saya lebih bisa memaklumi ejekan pada mereka, tapi Hodijah berbeda. Atau jangan-jangan memang hanya saya saja yang menganggap Dijah berbeda?

SAYA JUGA SAKIT, saya beberapa kali mengetikkan nama Hodijah di youtube.com, instagram, dan twitter. Memperhatikan setiap tweet-nya, upload-an video dan wawancara televisi. Berulangkali meyakinkan diri saya bahwa tayangan itu bukan settingan untuk mengimajikan Dijah Gila, (mengingat jaman sekarang kan konon settingan semua)

Apa yang Indra Herlambang, Raffi, Jessica lakukan pada Hodijah, apapun alasannya sungguh tidak pantas. Saya mengabaikan teori Foucult, saya mengabaikan mas Erich Fromm…karena bagi saya cuma satu, sejauh ini, antara media dan pemirsa televisi Indonesia, ternyata memang hanya Hodijah yang waras. Sementara saya sendiri sakit, terbukti berhari-hari setelah melihat share-sharean berita soal Hodijah yang mengejek RAISA dengan judul, dasar artis dadakan, di facebook, saya tidak bisa berhenti memikirkan Hodijah. masyarakat pemirsa juga tak kurang sakitnya, karena mereka lebih terganggu dengan tayangan pernikahan Raffi-Nagita ketimbang dipermalukannya Hodijah yang “sakit” di televisi.

Suatu hari kalau saya menemukan bukti dan menyadari bahwa ternyata kasus Hodijah adalah settingan, saya tetap tidak akan menyesal telah menuliskan ini, bagi saya apa yang dilakukan televisi terkait Hodijah adalah cara paling kotor memperolok dan menghina masyarakat yang sudah “sakit”. Kurang gila apa cobalah kami? sedang saban hari manggut-manggut saja melihat acara keluarga Raffi Ahmad, setelah sebelumnya tergila-gila pada kisah cinta Ariel dan Luna Maya di layar kaca…mengalahkan berita pembunuhan dan pemerkosaan di desa-desa yang jauh dari Jakarta. Kok ya masih tega mempertontonkan satu-satunya manusia yang masih “waras”, Hodijah di hadapan kami…

Baiklah, ada baiknya saya melanjutkan maen bekel sendirian yang kemarin saya beli dari sebuah toko di jalan Kaliurang sana….

e dijahyellow e tengkiyuuu

Kota yang sakit, 25 Oktober 2014

 
2 Comments

Posted by on October 25, 2014 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , , , , , , , ,

2 responses to “e dijahyellow e tengkiyuuu

  1. desikristanti

    November 8, 2014 at 4:12 pm

    Mantapsss.

     
  2. fang

    September 20, 2016 at 3:37 am

    aku i malah lagi ngerti nek ono kabar ngene iki mbak😀 wkwkwkwkwk

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: