RSS

Kami Menyebutnya Lapis

07 Oct

“…di luar mulai ramai lagi anak-anak pulang sekolah dengan kebaya dan beskap mereka…”

lapis di hari kedua

lapis di hari kedua

Lebaran Idul Adha beberapa tahun lalu, saya sempat memasak menu ini untuk keluarga dan teman. Mereka menyebutnya rendang. Dengan kalimat, “Tapi kok manis ya?” Apapun itu, yang menyenangkan, mereka merasa senang dengan masakan ini dan menanyakan resep masakan yang saya buat ini.

Pulang dari sarapan di soto Pak Soleh, saya ke supermarket untuk membeli daging. Meski Ibu (di Ngawi) beberapa kali mengingatkan, “jangan masak daging dulu, ini daging Ibu siapa yang makan?” Karena memang Ibu di rumah tahun ini masih diberi kesempatan untuk memotong hewan korban), Nah kembali soal belanja daging di supermarket, dagingnya jelas lebih murah ketimbang beli di pasar. Kita bisa memilih daging yang jenis apa, tentu dengan harga yang berbeda, dan bersih. Meski bukan berarti saya kurang senang berbelanja di pasar tradisional ya. Karena nyaris setiap hari mbak Tami dan mbak Rita yang membantu mengurus rumah juga berbelanja di pasar.

Hari ini keluarga memesan “daging lapis” lagi, karena kemarin saya sempat memasak ini dari jatah korban kami. Baiklah akhirnya saya memutuskan memasak daging lapis lagi, dengan sambal goreng ati (https://herlinatiens.wordpress.com/2014/10/04/opor-di-idul-adha-menu-pesanan-hari-ini/) juga membuat acar, karena memikirkan tensi. Heheheh…

Saya tidak tahu apa nama masakan ini…Tapi seingat saya, menu ini sering dihidangkan saat acara pernikahan (Waktu itu masih musim piring terbang, bersama acar, capcay putih dan kerupuk udang. Kalau sekatang kan modelnya prasmanan). Oke singkatnya begini resep sederhana dari daging lapis ini.

Bahan:

  • Daging sapi 1kg
  • Telur 1 atau 2 butir
  • 1/5 sendok teh merica
  • 1/5 sendok makan ketumbar
  • Margarin blue band 1 bukungkus
  • Santan (pake kara kotak itu 1 juga cukup kalau nggak mau pake santan asli)
  • Kemiri (saya pake separuh saja)
  • Bawang merah 14 siung (atau sesuai selera)
  • Bawang putih 12 siung (atau sesuai selera juga)
  • 1 cm kunyit
  • 3 lembar daun salam
  • 5 buah cengkeh
  • Kayu manis seukuran ibu jari
  • Gula merah
  • Kecap
  • Jahe (bagi yg suka, saya sih nggak pake)

Bumbu seperti bawang merah dan putih, kunyit dihaluskan atau bisa juga diiris tipis2 lalu digoreng. Ketumbar, merica, kemiri digongso dulu baru dihaluskan juga. Setelah itu semua bumbu dimasukkan ke dalam daging yang sudah diiris tipis, potong berlawanan dengan seratnya ya kalau bisa, tambahkan kecap, blue band, dan telur. Diremas-remas lalu biarkan beberapa saat, kura-kira 30 menitlah. Nah kalau sudah langsung dimasak (jangan sampai kena minyak goreng ya, karena daging bisa nggak ngembang dan keras) dengan api yang kecil. Begini penampakkannya;

Ini karena daging sempat saya masukkan lemari es, makanya menteganya nggak mau nyampur dengan daging

Ini karena daging sempat saya masukkan lemari es, makanya menteganya nggak mau nyampur dengan daging

Karena diremas tadi kan, daging keluar airnya to? Nah begini ini penampakan setelah 1menit di atas kompor. Kalau dirasa kurang air ya tambahin aja dikit, sembari masukkan bumbu pelengkap lain seperti cengkeh dan kayu manis, juga gula merah dan bumbu penyedapnya. Kalau sudah empuk ya tinggal masukin santan. Jangan lupa setelah santan dituang ke masakan, diaduk terus sampai mendidih lagi, agar nggak pecah santannya. Dan oh ya, kalau pake kara, biasakan cuerkan dulu karanya dengan air.

Selamat mencoba dan Selamat Ulang Tahun Yogyakarta

ini hasil masak daging lapis di hari sebelumnya...

ini hasil masak daging lapis di hari sebelumnya…

Yogyakarta, 7 Oktober 2014

(menulis ini saya sembari ngobrol via fesbuk dengan mas Te, sahabat lama saya)

 
1 Comment

Posted by on October 7, 2014 in Merayu Api

 

Tags: , , , , ,

One response to “Kami Menyebutnya Lapis

  1. desikristanti

    November 8, 2014 at 4:26 pm

    Masakannya menggiurkan,tulisannya menakjubkan,kritik sosial yang benar2 halus tapi pedas,I like it, salam damai ya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: