RSS

Daily Archives: October 1, 2014

Sorbet Mangga

Kalau sedang musim mangga, saya memang senang mewajibkan diri untuk stock buah paling yepyu ini di almari es, khususnya mangga manalagi (di Ngawi Jawa Timur kami menyebutnya begitu) di Yogya disebut juga arum manis. Seringkali buah satu ini hanya saya kupas dan makan begitu saja, sesekali saya juice dan belakangan saya membuatnya sebagai sorbet agar bisa dimakan kapan saja tanpa perlu repot terlebih dulu.1898176_10152784945861473_168985465029124721_n

ini saat juice dilembutkan/diblender/digaruk2 pake garpu untuk ketiga kalinya

ini saat juice dilembutkan/diblender/digaruk2 pake garpu untuk ketiga kalinya

Adapun bahan-bahan membuat sorbet banyak yang sudah upload di website…sementara saya sendiri memilihnya menjadi seperti saat saya membuat jus-jus buah pada hari-hari biasanya…

> daging buah mangga
> air gula (manisnya sesuai tingkat keasaman mangga atau bisa juga diganti susu cair)
> 1 buah jeruk lemon/nipis diambil airnya.

Cara Membuat:
blender buah daging buah mangga dengan air gula (saya memilih tidak menggunakan terlalu banyak air) dengan perasan jeruk. Setelah benar-benar halus, masukkan ke wadah plastik (tupperware misalnya) dan simpan di freezer. Setelah mengeras, ambil dan blender lagi, atau bisa juga menggunakan garpu dan digaruk2 (aduh bahasane ya ampun) lalu masukkan lagi ke freezer, ulang sampai 3 kali…Dan beginilah hasilnya…

sorbet mangga

sorbet mangga

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 1, 2014 in Merayu Api

 

Tags: , , , , , ,

Membawa Anubis dari Melbourne

Di akun sebelah sedang marak pamer barang lawasan, tak ketinggalan saya ikut panas membongkar-bongkar barang-barang saya. Menemukan cangkir saya senang. Menemukan koin cetakan tahun 1790 saya makin senang. Menemukan surat-surat yang saya terima di tahun 1990-2001 saya senang dan berdebar. Menemukan foto mantan ya lumayan senang hehehe.

Tahun 2012 kemarin, adalah kali kedua saya berkunjung ke Melbourne. Tinggal selama tiga bulan di sana membuat saya rajin mengunjungi tempat-tempat yang direkomendasikan beberapa orang teman. Salah satu yang musti saya kunjungi adalah old shop. Adik saya juga menyarankan pada saya agar tak melewatkan pengalaman mencari-cari pernak-pernik lucu di toko barang bekas ini.

Di sebuah old shop/ vintage shop di Sydney road. SAVERS (http://vintagemelbourne.com/savers-sydney-road/) Toko barang bekas ini tentu lebih gede ketimbang yang ada di Jalan Afandi (dulunya Gejayan) misalnya. Sebenarnya saya bukan terbasuk orang yang suka belanja di toko barkas, tapi masuk ke Savers saya merasa senang. Banyak barang-barang lucu yang saya temukan. Belum ada satu jam saya sudah melirik tempat lilin dari kuningan bertulisakan huruf China, piring hias untuk dinding berbahan kuningan juga untuk bapak, yang kalau saya perhatikan berasal dari Eropa.

Hari itu, meskipun di musim panas, saya kedinginan karena suhu menunjukkan posisi 18 derajat celcius di handphone saya. Karenanya atas saran kawan, saya berpikir untuk mencari mantel yang bisa saya gunakan untuk sementara selama di Melbourne. Tidak mendapatkan mantel, saya menemukan pernik kecil yang saya kenali sebagai patung ala Mesir.

1926721_10152783786111473_6181722040717450912_n

#Disergap Jirih
Hari ini, setelah dua tahun lewat, saya mencari-cari figure siapakah dalam patung ini. Lalu saya menemukan sosok Anubis. Anubis yang dalam kepercayaan Mesir kuno dianggap sebagai dewa yang paling penting dalam kematian (mengingat perannya yang berhubungan dengan kematian dan akhirat) membuat saya bergidik untuk sesaat sekaligus ingin lebih tahu soal Anubis. (OK ini PR untuk saya mencari-cari referensi tentang Mesir kuno)
Dewa berkepala serigala, beberapa menganggapnya berkepala anjing ini membuat jantung saya berdebar-debar, mana warnanya kusam, meski label harga (1,99$) yang masih nempel belum saya lepas sesekali saya jadikan fokus agar tak terlampau berdebar.

saya sedang takut mati!

Dari hasil ngintip ke beberapa web, Anubis yang sering digambarkan berkulit hitam ini melambangkan gambaran kehidupan setelah kematian dan kelahiran kembali juga diyakini sebagai dewa dunia bawah. Yang menenangkan, (karena sempat berpikir akan membuang the little ones ini) ada yang mengatakan Anubis dianggap sebagao pelingdung roh dan pemangsa jiwa-jiwa jahat. Lebih dari itu, Anubis menjadi pengawas misteri. Well, saya senang hal-hal yang penuh misteri.

Narasi tentang kematian, apapun bentuknya, meskipun nyaris selalu membuat saya bergidik, selalu terdengar sexy bagi saya. Cerita-cerita yang mengiringi si mati. Mitos dan dongeng tentang lepasnya roh dari tubuh yang didendangkan secara turun temurun, bagaimanapun manusia modern menertawakannya, nampaknya tak mengubah sexy-nya kematian bagi saya.Tak heran saya selalu terdiam saat megatruh menyentuh telinga saya, dimanapun, kapanpun dan dalam situasi seperti apapun. Debar yang selalu datang biasanya adalah tanda untuk saya berpura-pura tidak mendengar sekaligus ingin terus mendengarnya.

10418258_10152783786491473_8931909919397297648_n

Yogyakarta, 1 Oktober 2014

 

Tags: , , , , , ,