RSS

tentang teman saya

07 Jun

kenyataannya memang tidak pernah ada siapapun di dalam hatinya selain lelaki yang itu. yang berlalu meninggalkan dia dengan menimpakan banyak kesalahaan atas kecurigaan-kecurigaan yang bahkan sama sekali tidak perempuan itu bayangkan. kesedihannya menjadi. dan di sampingnya, saya tengah duduk terpaku. melihatnya tersedu, saya gentar memeluknya. matanya selalu begitu meski basah dan bengkak. aduhai, akankah dia pernah bahagia?

suatu hari dulu…
pernah dihabiskan waktunya untuk berdoa meminta tuhan sekali saja memberi kesempatan padanya bisa mencintai seseorang seperti gadis-gadis lain seusianya pada seorang lelaki. tapi begitulah…kini tak ada apapun lagi selain berita-berita kesedihan yang melanda kotanya.
dia akan berhenti memaafkan dirinya sendiri. menyalahkan semua doa-doanya dan berhenti mempercayai bahwa tuhan berlaku tak adil padanya.
mengapa demikian? sebab setelah kepergian kekasihnya, dia masih saja terus menyimpan yang putih dalam-dalam. seluruh ramalannya menjadi. seluruhnya…seluruhnya…

selain pada dirinya sendiri, mungkin dia memang tak boleh mempercayai siapa-siapa lagi.

dia masih tersedu terus tersedu…di sampingnya saya terdiam. menyangsikan seluruh kesangsian. meragukan seluruh keraguan.
dia akan kembali meramalkan nasib kawan-kawannya…dan lantas menjadi suatu hari kelak, bahkan saat dia lupa pernah meramalkannya. dia masih tersedu, meski subuh berlalu meninggalkannya yang membiru.

Yogya, 7 Juni 2010

 
3 Comments

Posted by on June 7, 2010 in Catatan Hari Ini

 

3 responses to “tentang teman saya

  1. Cory Wattier

    June 20, 2010 at 1:51 am

    suatu hari dulu…pernah dihabiskan waktunya untuk berdoa meminta tuhan sekali saja memberi kesempatan padanya bisa mencintai seseorang seperti gadis-gadis lain seusianya pada seorang lelaki. tapi begitulah…kini tak ada apapun lagi selain berita-berita kesedihan yang melanda kotanya.dia akan berhenti memaafkan dirinya sendiri. menyalahkan semua doa-doanya dan berhenti mempercayai bahwa tuhan berlaku tak adil padanya.mengapa demikian? sebab setelah kepergian kekasihnya, dia masih saja terus menyimpan yang putih dalam-dalam. seluruh ramalannya menjadi. seluruhnya…seluruhnya…
    +1

     
  2. antiart

    June 26, 2010 at 4:48 am

    sedihnya

     
  3. aryo yudistira

    April 18, 2012 at 12:30 am

    endiiiiiiii…lawasss kabeeehhh….!:D

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: