RSS

salomo [pernah saya upload di fans page – facebook]

22 Mar

setelah ini tak ada puisi
cacat otak melanda kota kami
bendera-bendera telah diturunkan
kapal-kapal kembali berlayar
mencari dermaga paling wingit

sedang tak benar rumusan wingit dalam otak geladaknya
selain bahwa palung-palung paling marabahaya
selalu lebih menggairahkan untuk menjadikan
mereka disebut wira pejuang

kira-kira masih pantaskah
keledai-keledai ladang
menyebut diri mereka jiwa babtis kota jerusalem
sedang tiga kali disebutnya aku kembang kota jahanam

“sundal yang kemayang
tubuhmu oh mengapung menjadi mimpi burukku sore itu.”

sayup-sayup terdengar perempuan magdala disebut

“maria ya maria
lonte yang ngangkang di mulut gua
lonte yang menari di kubur tuhan
apa kau mengenal raja salomo?”

kiranya banyak orang mendengar
bahwa pemuda yang kutunggu pergi menghilang
dengan menunggang keledai
bermata picak
digiringnya semut kecoak ular gurun juga cacing
menuju perkemahan
sebab di sana telah dia siapkan jamuan para raja
berikut sundal yang perutnya pernah kulihat
di mulut lokalisasi pinggir kota

sedang kabar sepatu kaca telah sampai di negeri-negeri jauh
menetas di dermaga menjadi pengumuman penting
bahwa seorang wira tengah mencari perempuan
untuk pesta dansa dan kawan menaikkan layar kapal
tapi wira itu kekasihku!
dia kekasihku!

apakah aku bersedih?
apakah aku menangis?
apakah aku berduka?
apakah aku terluka?

sebagai perempuan gurun
yang menyusu pada beludru korma
takdirku menerima setiap kehilangan
dengan bibir menyerupai senyum

kami dipersiapkan untuk berduka
pada lelaki-lelaki kami
anak-anak kami
pemuda-pemuda kami
untuk
mati dalam peperangan
atau tersesat di pusar perempuan pemetik kecapi

dan dari bola kristal milik perempuan gypsi
telah kusaksikan kekasihku
menjauhi tendaku
dengan menggantung lukisan-lukisan
yang menjadi harta paling berharga sukunya
; semoga dia tidak melupakan pundi air dalam perjalanan
dan secepatnya menemukan mimpinya

sebab telah kudoakan dia menemukan rahasia alam raya
dengan menukar setahun usiaku
atas namanya

“oh kekasihku yang elok wajahmu umpama
benteng kota bethlehem
semoga gurun-gurun yang kau lalui
selalu menjadi jiwa bagimu.”

dari pelepah-pelepah korma sekali lagi terdengar ratapan

“saya bukan lonte tuan
saya tak mengenal raja salomo”

aku pulang ke rumah tuhan melalui jalan santiago
menunggu jatuhnya hosti
di lidahku untuk dia
kekasih yang sukaria meninggalkanku

Yogyakarta, 9 Februari 2010

 
2 Comments

Posted by on March 22, 2010 in Puisi

 

Tags: , , , ,

2 responses to “salomo [pernah saya upload di fans page – facebook]

  1. djarumblack

    March 22, 2010 at 8:00 pm

    I love your word

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: