RSS

Apakah Menulis itu Mudah?

05 Feb
Apakah Menulis itu Mudah?

Saya mencoba mengumpulkan pertanyaan yang biasa saya terima perihal menulis.

1. Bagimana cara menulis sih Mbak?
Sama kek kita bernafas. Sama kek saya membaca. Mengapa saya menulis? Sebab saya suka membaca.

2. Buku apa yang biasa dibaca?
Pada dasarnya semua buku saya suka baca kok. Cuma kadangkala tergantung juga dengan kebutuhan. Misalkan saya sedang ingin menulis suatu makalah, tentu saya mengulang buku-buku yang ada kaitannya dengan makalah tersebut. Dalam kondisi santai saya suka membaca buku-buku yang membuat saya mengerti hal-hal yang sering jadi pro dan kontra. Pernah di suatu waktu saya membaca buku-buku tentang PKI. Tapi kemudian saya merasa harus tahu apa itu komunisme. Lalu kurang lagi saya baca siapa Karl Marx, dll. Membaca selalu membuat saya ketagihan untuk meneruskannya pada hal lain. Serupa mata rantai.

3. Bagaimana mencari ide?
Entah juga, Tuhan terlalu sayang sama saya. Kalau sekarang saya punya buku, itu sudah pasti karena ide-ide itu tanpa sengaja saya temukan begitu saja. Nah mungkin terbit ide itu dengan sukanya saya pada melamun, berkhayal dan mendengarkan banyak orang di sekitar saya membicarakan masalah mereka.
Kata orang bisa juga menemukan ide dengan banyak membaca, hm…saya juga hampir percaya dengan itu.

4. Kalau menulis tiba-tiba macet di tengah jalan? Atau bahkan ada tema tapi tidak bisa menuangkannya kek mana?
Mungkin bensinnya habis, karenanya jadi macet ya? huehuehue. Atau jalanan sedah penuh sesak dengan kendaraan lain. Atau ada kecelakaan di perempatan depan. Jadi cari jalan yang paling aman saja. Kekeke
Jangan ada beban, jangan ada beban, jangan ada beban. Menulis adalah membaca dengan cara lain. Saat menulis niatkan untuk seluruh. Sebab terlalu banyak beban (teori, ketakutan, horison harapan, dll) justru akan membuat kita berhenti menulis.
Jadi intinya membaca bukan? Sebab dengan membaca kita akan dengan mudah memiliki dan mengatur barometer kebenaran kita sendiri memandang suatu tema/hal.
Menulis adalah proses belajar juga, jadi semakin giat belajar akan semakin menguatkan insting dan cara kita dekat dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam menulis.

5. Apakah tulisan saya bagus, Mbak?
Aduh mak, sampean salah orang kalau bertanya begitu pada saya, sebab bagi saya semua tulisan selalu bagus. Misalkan saya tidak suka, mungkin karena saya bukan pembaca yang pas untuk tulisan sampean. Nah, jangan lupa setiap pembaca selalu memiliki horison harapan yang berbeda-beda. Tentu itu tidak lepas dari wacana yang ada dalam tiap pembaca juga kan?
Saya juga orang yang selalu berpikir bahwa setiap tulisan yang kita baca selalu memberikan sesuatu. Baik dan buruk, salah dan benar sebuah teks tergantung dari bagaimana dan sejauh mana kita melibatkan diri di dalamnya.
Tapi menghibur diri sendiri; kita hanya menulis, mengkritik itu tugas kritikus sastra berikut pembaca yang mungkin tak suka. Tapi biarlah, begitulah semua memiliki tugas sendiri. hehehehe….

Sementara ini dulu. Semoga hutang saya lunas pada yang menagihnya pada saya….

salam sayang untuk semua

 
3 Comments

Posted by on February 5, 2009 in Catatan Hari Ini, Essay

 

Tags: ,

3 responses to “Apakah Menulis itu Mudah?

  1. nevridaga

    October 8, 2014 at 7:35 am

    nomor 4.. saya sering mengalaminya.. thanks mbak buat saran nya..

     
    • herlinatiens

      October 8, 2014 at 8:28 am

      sama-sama, semangat menulisnya ya🙂

       
      • nevridaga

        October 8, 2014 at 8:52 am

        siap🙂
        salam kenal dari saya mbak🙂

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: