RSS

kita pernah selesai, 2

06 Nov

demi tuhan jangan jadikan iblis berhasil. melahirkanku sekali lagi. aku senang mati begini. menjadi bangkai dan tulang curian anjing malam tanpa nama.

demi iblis jangan membuat tuhan bersenang-senang. berhasil membunuhku sekali lagi di ujung jalan. aku senang memadamkan neraka dengan darahku untukmu.

di sana kau menemukanku. pada jalan-jalan sempit saat api memudar menjadi bara. kelak kita tanam kurma dan apel untuk anak-anak. mengolah anggur untuk para tamu. menyemai biji-biji padi untuk dikirim ke surga. merawat lebah untuk sungai madu mereka.

bila neraka menjadi sedingin hatimu. kusediakan diri menjadi kayu bakar perapian. bersediakah kau sayang? mendirikan mahar di neraka bersamaku?

Yogyakarta, 5 November 2008

(taken from http://herlinatiens.multiply.com)

 
4 Comments

Posted by on November 6, 2008 in Catatan Hari Ini

 

4 responses to “kita pernah selesai, 2

  1. vianne

    November 16, 2008 at 8:29 pm

    Keren, mbak… Sampeyan pinter nulis fiksi yang bikin merinding bulu kuduk…sumpah merinding, mbak…

     
  2. ashardi

    November 17, 2008 at 7:43 pm

    makanya ndang… (part.II)

     
  3. waguman

    November 18, 2008 at 12:10 pm

    gimana ya, saat aku masuk neraka, apinya padam dan membeku, seribu galon pertamax pun ikut beku, pemantik api pun tak berfungsi, adakah kau bisa membakar sesuatu..

     
  4. dunianyawira

    November 27, 2008 at 1:09 am

    puisi yang bagus…makasih buat pelajaran tidak langsungnya ya mba dan salam kenal dari saya

    dunianyawira

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: