RSS

Monthly Archives: November 2008

Kalau Saya MATI

; Pada karib yang hendak merayakan mahar
20042007008
Kalau saya mati sampean melayat ndak? melihat bangkai saya mungkin. Sekali lagi menyelam di kedua mata saya, meski tidak lagi terbuka. Atau bolehlah sampean kecup kening saya untuk yang pertama sekaligus terakhir kalinya.

Kalau saya mati, entah karena sakit atau tertabrak becak di depan rumah, sampean datang ndak? Mungkin memberi saya kembang mawar sekali lagi, yang putih saja ya. Atau mungkin kembang lain. Gimana? Tak takut pada tubuh tanpa nyawa kan?

Roh saya mungkin melayang. Melintasi sampean, menari-nari di dada sampean yang telanjang melayang. Kalau-kalau sampean lewatkan malam seperti saat kita bersama membaca puisi Gandrung* saya akan mencuri kecup di bibir sampean yang ranum aduhai sayang. Jadi bagaimana? Masih bersabahat dengan tubuh tanpa nyawa -itu-?

Kalau saya mati, saya titipkan kenangan tentang saya pada sampean. Itu satu-satunya harta saya. Saya percayakan bukti kita pernah saling belajar menjadi binatang dengan diam. Dulu. Ya dulu, saat kita masih kanak-kanak dan begitu belia menyebut kota Santiago dan Buenos Aires.

Tolong catat nama saya sekali lagi. Meski hanya di pojok kertas lusuh atau sudut dinding kamar mandi sampean. Dengan begitu saya mengerti kita saling menepati janji. Ya itu sih kalau saya mati siang nanti, atau setidak-tidaknya lebih dulu dari sampean. Karena kalau sampean yang mati lebih dulu, saya sudah pasti akan menuliskan nama sampean di buku harian saya -eh saya musti beli dulu keknya-. Ya, meski tidak dengan tinta emas, saya kan bukan pujangga atau juragan emas…

Lahir
Kawin
Mati…

Sampean kan sudah lahir, buktinya saya kenal sampean. Nah kawinnya sebentar lagi to? Tinggal matinya saja. Wah dapat nilai 100 sampean ya…Mungkin saya kebagian nilai 60 saja…lahir dan mati. Tapi bisa jadi lho ya dapat 130, lha kalau kawin dua kali? 160 kalau menciptakan duda 3 kali. Hehehe..maybe yes maybe not kan kek iklan…

Benar kan? Memang tidak pernah ada yang istimewa yang bisa saya berikan ke sampean. Bahkan saat dengan keberanian seorang lelaki, sampean memahar seorang pengantin; hanya ada ini dari saya untuk sampean. Saya sih punya keinginan mendoakan sampean, tapi saya lagi jarang berdoa. Daripada sekali lagi saya disebut ingkar janji, jadi sementara ini saja dulu ya. Cukup kan?

Selamat dan semoga bahagia…Amien

*) Gandrung itu salah judul puisi Gus Mus dalam antologi puisi beliau GANDRUNG.

Yogyakarta, 28 Nov 2008

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on November 28, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Pertengkaran Kesekian

; pada matamu yang semakin sipit

sebab kita tidak tahu
mengapa pertengkaran menjadi
dan sedih mengganas

-sejak kapan kau aku menjelma kita?-

mustinya tidak harus
sebab kita teman
bukan kekasih yang saling cemburu

tapi kini malam semakin sulit
dan hari berganti tidak seperti biasanya
sementara jemarimu makin lihai menulis kata
memojokkanku

KAU apakan AKU, sayang?
AKU apakan KAU?
hingga kita mulai pandai menjadi
pengecoh takabur

sebab aku ingin selamat dari
pengertianmu yang tak juga aku
pahami cepat

kau boleh namai aku batu
tapi hatiku serupa tisu di keningmu
yang basah oleh keringat dan hujan

21 Nov 2008

 
1 Comment

Posted by on November 28, 2008 in Puisi

 

Tags:

kita pernah selesai, 2

demi tuhan jangan jadikan iblis berhasil. melahirkanku sekali lagi. aku senang mati begini. menjadi bangkai dan tulang curian anjing malam tanpa nama.

demi iblis jangan membuat tuhan bersenang-senang. berhasil membunuhku sekali lagi di ujung jalan. aku senang memadamkan neraka dengan darahku untukmu.

di sana kau menemukanku. pada jalan-jalan sempit saat api memudar menjadi bara. kelak kita tanam kurma dan apel untuk anak-anak. mengolah anggur untuk para tamu. menyemai biji-biji padi untuk dikirim ke surga. merawat lebah untuk sungai madu mereka.

bila neraka menjadi sedingin hatimu. kusediakan diri menjadi kayu bakar perapian. bersediakah kau sayang? mendirikan mahar di neraka bersamaku?

Yogyakarta, 5 November 2008

(taken from http://herlinatiens.multiply.com)

 
4 Comments

Posted by on November 6, 2008 in Catatan Hari Ini

 

akhirnya dia menikah

; tulisan saat goblok mendera karena dingin dan kabar

satu lagi sahabat saya akan menikah. tapi saya tak memiliki alasan -lagi- untuk datang. begitulah, sejak lama saya menjauhi suasana pesta perayaan itu, khususnya pesta-pesta pernikahan sahabat-sahabat saya sendiri. kebetulan selalu saja ada acara yang tak bisa tinggal. tapi bulan depan itu? adakah alasan untuk saya tak datang ke acara itu?

yang akan menikah adalah sahabat masa kecil. kami boleh saja menyebutnya, ‘mantan pacar’ tapi hubungan kami tak pernah lebih dari keakraban dua manusia kecil yang sibuk membahas banyak hal. tiba-tiba saya bersedih, bukan karena cemburu, sama sekali bukan. tapi karena merasa ditinggalkan oleh kawan-kawan saya dahulu. oh, saya tentu saja senang dengan kabar itu. saya bahkan berharap dia ‘baik-baik’ saja dalam pernikahan yang dia dirikan bersama pengantin pilihannya.

tapi mengapa saya tak memiliki kemantapan hati untuk datang? saya bisa saja memberi alasan; terlalu jauh, cinta (begitu kami biasa saling memanggil setelah perpisahan sekian tahun dulu). atau; kau tahu aku tak mudah menghafal jalan, aku pasti kesasar. memang segala alasan terbuka lebar untuk saya, tapi sering saya merasa ini tidak adil untuk saya sendiri jika menerus menjauhi pesta pernikahan.

kiranya kemantapan hati seperti apakah yang bisa dimiliki seorang sahabat pada karibnya di pesta pernikahan? saya lebih senang tiba-tiba tahu mereka semua sudah menikah, dengan ataupun belum adanya seorang anak.

dari sekian banyak teman saya, ada satu orang yang membuat saya cemas menunggu sekaligus tak berharap mendengar kabar pernikahan darinya. seseorang yang pernah mengajari saya menyeberang sebuah jalan dengan cara yang paling aman dan benar. seseorang yang saya rindukan sekaligus tinggalkan. seseorang yang selalu membuat saya bergetar saat dia menatap saya lembut dan santun. akan butuh waktu untuk saya menuliskan ini lagi suatu saat nanti, bila dia yang memberikan selembar undangan untuk saya.

sekali lagi, saya akan ditinggalkan sahabat-sahabat terbaik saya. lagi dan lagi.

 
7 Comments

Posted by on November 3, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags:

puisi pengung

; mewakili M untuk L

aku akan memilihmu
sebentar lagi
saat tak lagi kau temukan tempat untuk nyimeng dan
madat

aku akan memilihmu
sebentar lagi
saat tak kau temui lagi ganja dan alkohol

aku akan mengawinimu
sebentar lagi
saat kau tak lagi mencintai diriku saja

aku suka kau yang binal dan telanjang
dengan caramu tersenyum dan menggelitik nakal
mengunyah biji jambu dan tomat

 
Leave a comment

Posted by on November 3, 2008 in Catatan Hari Ini