RSS

handphone diperkosa provider

13 Sep

Saya tidak sedang puasa, hanya tidak makan dan minum. Kalau puasa saya tak akan marah hari ini karena counter pulsa tidak juga mengirimkan pulsa saya, meski konon kabarnya sedang tidak ada masalah di nomor handphone saya. Akibatnya? Saya jadi harus berangkat rapat karena tidak bisa menelepon dan kirim sms.

Belum sembuh jengkelnya, ada sms masuk dari nomor tak dikenal begini isinya; Mbak, maaf pulsa 100-nya tidak ada, saya ganti 10 ribu aja ya, sisa uangnya bisa diambil besok. Lhah? kamsudnya? Duh, napa gak dari tadi ya bilangnya. Tapi sebenarnya saya sendiri lupa sih, isi pulsa berapa rupiah, karena begitu ada laporan masuk senilai 10ribu saya ya anteng saja tu😀

Nah, saya mencoba menelepon rumah untuk tanya sesuatu. Karena sedang gencar telpon gratis atau murah entahlah, susahnya minta ampun deh masuk tu. DARI DULU SAYA PALING TIDAK SUKA program telpon murah apalagi gratis. Sering saya dibuat jengkel dan kesal karena jadi sulit nyambung dengan nomor yang saya tuju. Padahal saya harus majukan jadwal ini, kroscek perihal itu, atau menanyakan keadaan ini. BISA NGGAK YA, ndak usah ada program gratis kalau provider-nya kek ndak siap gitu. Payah….

Saya dulu membanggakan sebuah provider, karena dia tidak mau pake acara promosi2an gratis telpon atau murah meriah itu. Tapi sekarang tidak lagi, sama saja ternyata. Makanya saya malas angkat telpon karena banyak yang telpon hanya untuk bicara ngalor ngidul ndak jelas *eh maaf, I love you ding teman-teman.* Akibatnya? handphone saya batre-nya jadi hamil, menggelembung ndak jelas karena seringnya menerima telpon sambil dicharge. Mustinya kan penelepon tu nyadar ya, kalau saya sudah biang “Duh low batt deh, saya charge dulu ya.” Nah, mereka mustinya menyudahi pembicaraan.

Akhirnya saya musti ganti handphone kan? Ntar dikira saya yang menghamili handphone itu ^-^”. Nah mulailah saya tidak sekedar asertif bilang, “Hehehe, saya sibuk ni, udah dulu aja ya.” Saya sering mengabaikan telpon masuk. Malas baca sms, sering juga hanya untuk group tertentu dalam phonebook saja yang bisa menghubungi nomor saya. Para penelepon yang terhormat dan tercinta mustinya tau ya, mereka membahayakan telinga dan beberapa syaraf saya kalau berjam-jam menelepon saya.

Saya jadi sering dibuat kesal dengan handphone. Kalau saya matikan, kuatir nomor-nomor yang tidak tersimpan di phonebook tidak tersambung -karena fasilitas blacklist dll- ternyata adalah rekan kerja. Tapi kalau tidak saya matikan kok brisik dengan sms dan dering.

Menambah satu pesawat lagi? Oh, itu sudah, tapi tetap aja bocor kemana-mana. Lama-lama saya mimisan deh keknya….Wew…

 
6 Comments

Posted by on September 13, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: ,

6 responses to “handphone diperkosa provider

  1. rinai

    September 15, 2008 at 6:29 am

    Waduw saya belum tahu nomor hpnya aja sudah sebegitu sibuk deringnya
    ganti operator aja yang nggak pernah iklan telpon gratis, belum lagi kalo lebaran besok, kota yogya biasanya macet semua telpon selulernya (semua operator), sms bisa nyampe 2 hari datangnya. so kalau buat acara dengan undangan sms or telepon (seluler) biasanya akan berantakan.

     
  2. Agung Mojosari

    September 17, 2008 at 5:14 pm

    hehe…karena jaringan yang selalu sibuk saya akhirnya melepas nmr saya..dengan berat hati and terpaksa karena memang lagi butuh koneksi yang bagus…dan ganti nmr yang belum terlalu terkenal. hasilnya enak buat komunikasi.. lancar..

     
  3. artja

    September 18, 2008 at 4:20 pm

    gawat juga kalau ampe nyiksa gitu.
    tapi kita nggak bisa hidup tanpa hp, kan? buktinya kita masih aja ngisi pulsa terus.

     
  4. faizmh

    September 24, 2008 at 2:19 am

    Salam!
    Mbak, aq adek kelas ali formen yudha (lpm ekspresi uny).q kmrn ditanyain nomor hp faiz ahsoul,punya gak mbak? Eh,kenal gak ya?
    *astagfrllah,gw SKSD bgt ya!?*

     
  5. jeunglala

    October 27, 2008 at 10:04 am

    Hai Mbak…

    Telepon gratis emang ada efek sampingnya ya.. eh, apa efek pendengaran ya? hihihi..

    yang jelas, sebagai penelepon, memang harus tahu diri. Iya kalau yang ditelepon bisa ngomong jujur, lah kalo nggak? Siap-siap aja anterin ke dokter THT.. hihihi..

     
  6. herlinatiens

    November 3, 2008 at 1:52 pm

    halo semuanyaaaa…..duh lama ndak up-date ni blog😦

    @ rinai: kekeke, ya begitulah. jadi enaknya kek mana? kirim surat atau kartu pos?

    @ agung mojosari: halo dek apa kabar?

    @ artja: itu tadi masalahnya, tapi kek mana kita bisa sebijak mungkin menggunakan fasilitas hp dll itulah yg suka lupa.

    @ faizmah: salam buat mas Formen ya…lama betul saya ndak ketemu beliau.

    @ jeunglala: kekeke, iya nih kek saya saya musti ke THT😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: