RSS

Monthly Archives: September 2008

handphone diperkosa provider

Saya tidak sedang puasa, hanya tidak makan dan minum. Kalau puasa saya tak akan marah hari ini karena counter pulsa tidak juga mengirimkan pulsa saya, meski konon kabarnya sedang tidak ada masalah di nomor handphone saya. Akibatnya? Saya jadi harus berangkat rapat karena tidak bisa menelepon dan kirim sms.

Belum sembuh jengkelnya, ada sms masuk dari nomor tak dikenal begini isinya; Mbak, maaf pulsa 100-nya tidak ada, saya ganti 10 ribu aja ya, sisa uangnya bisa diambil besok. Lhah? kamsudnya? Duh, napa gak dari tadi ya bilangnya. Tapi sebenarnya saya sendiri lupa sih, isi pulsa berapa rupiah, karena begitu ada laporan masuk senilai 10ribu saya ya anteng saja tu 😀

Nah, saya mencoba menelepon rumah untuk tanya sesuatu. Karena sedang gencar telpon gratis atau murah entahlah, susahnya minta ampun deh masuk tu. DARI DULU SAYA PALING TIDAK SUKA program telpon murah apalagi gratis. Sering saya dibuat jengkel dan kesal karena jadi sulit nyambung dengan nomor yang saya tuju. Padahal saya harus majukan jadwal ini, kroscek perihal itu, atau menanyakan keadaan ini. BISA NGGAK YA, ndak usah ada program gratis kalau provider-nya kek ndak siap gitu. Payah….

Saya dulu membanggakan sebuah provider, karena dia tidak mau pake acara promosi2an gratis telpon atau murah meriah itu. Tapi sekarang tidak lagi, sama saja ternyata. Makanya saya malas angkat telpon karena banyak yang telpon hanya untuk bicara ngalor ngidul ndak jelas *eh maaf, I love you ding teman-teman.* Akibatnya? handphone saya batre-nya jadi hamil, menggelembung ndak jelas karena seringnya menerima telpon sambil dicharge. Mustinya kan penelepon tu nyadar ya, kalau saya sudah biang “Duh low batt deh, saya charge dulu ya.” Nah, mereka mustinya menyudahi pembicaraan.

Akhirnya saya musti ganti handphone kan? Ntar dikira saya yang menghamili handphone itu ^-^”. Nah mulailah saya tidak sekedar asertif bilang, “Hehehe, saya sibuk ni, udah dulu aja ya.” Saya sering mengabaikan telpon masuk. Malas baca sms, sering juga hanya untuk group tertentu dalam phonebook saja yang bisa menghubungi nomor saya. Para penelepon yang terhormat dan tercinta mustinya tau ya, mereka membahayakan telinga dan beberapa syaraf saya kalau berjam-jam menelepon saya.

Saya jadi sering dibuat kesal dengan handphone. Kalau saya matikan, kuatir nomor-nomor yang tidak tersimpan di phonebook tidak tersambung -karena fasilitas blacklist dll- ternyata adalah rekan kerja. Tapi kalau tidak saya matikan kok brisik dengan sms dan dering.

Menambah satu pesawat lagi? Oh, itu sudah, tapi tetap aja bocor kemana-mana. Lama-lama saya mimisan deh keknya….Wew…

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on September 13, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: ,