RSS

Surat pada Am, ii

21 Jul

Dear Am
Am, sahabatku sayang. Mari aku ceritakan yang selanjutnya. Karena malam kemarin jemariku begitu lunglai, sampai-sampai tak sanggup menata satu kalimatpun dengan baik.
Jangan, jangan terburu-buru mencemaskanku. Ini hanya cerita kecil. Dongeng sebelum tidur yang akan menjadi biasa 5 menit setelah ini. Dilupakan esok hari. Dan tak berbekas selanjutnya.

Begini Am,
Dia, perempuan yang pandai menanak sunyi itu akan kehilangan gelap setelah hari ini. Hari-hari yang sunyi akan meriah oleh duka. Sebentar lagi, dia akan kehilangan dirinya yang tak pernah meriah oleh duka bagi tubuhnya sendiri.

Ajaib, kerinduan telah berhasil –sekali lagi- merubah seseorang dalam dia, malam tadi.

Begitulah, dia menemukan seseorang dalam situasi yang serba hiruk. Menjadi perempuan yang manis. Matanya berbinar meski kesal menyergapnya. Segala sikapnya menjadi begitu remaja dan menarik di mata seseorang itu. bahkan seseorang itu menjadi tak sangsi lagi; dialah perempuan itu! Satu-satunya milik lelaki!

Adakah dia jatuh cinta? Tentu tidak, tapi apa? Sekali lagi Am, dia merasa bersalah. Dalam dirinya tertanam; Ah, lagi, aku seperti remaja culas yang membuat seorang tua menangis sembari menenggak tawa.
Ah bodoh dia ya?

Am, apakah kau mengerti apa yang sedang kubicarakan sekarang ini? Pasti tidak. Aku sendiri tak yakin saat menuliskan ini.

Kubuka rahasia kecil tentangnya padamu ya Am. Perempuan itu, yang pandai menanak sunyi itu memiliki seribu pintu yang membelitnya serupa ular-ular kecil. Pada hari-hari tertentu dia merasa yakin akan mati begitu malam menyergapnya. Tapi di hari lain, dia merasa Tuhan terlalu jahat dan berlaku tak adil karena memberinya umur panjang. Begitulah, maka hari-harinya dihabiskan dengan menyiksa diri sendiri.

Kalau seseorang mendekatinya Am, dia akan cepat-cepat menutup diri. Kalau seseorang berusaha meraihnya, dia akan menjadi belati bagi dirinya sendiri. Kau bilang dia racun? Bukan, jangan, dia hanya seorang perempuan.

Aduh, bagaimana aku hendak menuliskannya? Kau paham tidak Am? Aku memang tak pandai bercerita. Tak pandai menuliskannya. Pendeknya Am, perempuan yang kau bilang gila itu, secepatnya akan kehilangan sunyi. Secepatnya…..

Am, kau mengerti tidak dengan maksudku? Dia Am, dia, duh bagaimana mengatakannya? Seorang lelaki Am, membawa linggis bercahaya untuk mencongkel pintu dalam hatinya. Dan kau tahu Am? Kau tahu mengapa perempuan gila itu cemas? Karena, begitulah…entah

Pelan
Pelan

Salam sayang

 
9 Comments

Posted by on July 21, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags:

9 responses to “Surat pada Am, ii

  1. Haryo Bedhes

    July 22, 2008 at 9:24 am

    Perempuanyang menangis, oleh citanya. Baik cita-cita, sukacita, ataupun yang cinta. Tak ada duka dan diri. Apakah luka membuatnya gembira? Ada orang gila berkata bahwa hari-hari, detik-detik yang diberikan oleh Tuhan kepada kita adalah hal terbaik untuk kita pada saat tersebut. a semua yang teah Tuhan berikan pada kita adalah terbaik. Kita diberi duka pastilahkita tahu bedanya denang suka. diberi sakit pastilah tahu rasanya enak. Namun kalu kita menerima dengan senang semua detik-detik peristiwa dengan kerelaan dan kecintaan pada Sang Pemberi. maka tidak ada bedanya suka dan duka. Kalau kita menerima/ mengakui lumpur panas yang membungkus hati adalah dariNYA maka, pelan-pelan lumpur akan cair hilang larut oleh air jernih yang bersinar penuh kerinduan padaNYA.

     
  2. Haryo Bedhes

    July 22, 2008 at 9:31 am

    Cemas? Takut? pada apa dan siapa? Kalau kita mengakui dihadapanNYA bahwa kita adalah fana,sangat lemah, sangat hina, dan sangat membutuhkanNYA. Lalu apa lagi yang perlu dicemaskan, apa yang takut hilang. Saat kitapun merasa bahwa kita adalah milikNYA, apa yang takut akan hilang?

     
  3. sita rita dewi

    July 22, 2008 at 9:41 am

    tercenung….

     
  4. KiRa

    July 22, 2008 at 9:47 am

    Namun begitulah jiwa seseorang yg sedang cemas.. Mungkin kecemasan itu tidak perlu menghampirinya jika ia tidak takut akan dirinya sendiri. Bukan pada orang lain.

     
  5. Iloveyou

    July 22, 2008 at 10:30 am

    Hm, siapa yang dimaksud ini? Sampeyan selalu membuatku bingung cinta.

     
  6. tembolok

    July 22, 2008 at 10:41 am

    Haryo Bedhes?!

     
  7. plutolove

    July 22, 2008 at 12:24 pm

    begitu dekat am padamu?apakah cuma dengan am kamu mampu membagi hati,,,mencerai sepi,,,beruntungnya am,,,

     
    • herlinatiens

      March 18, 2010 at 3:21 pm

      AM itu aslinya ya, Marea perkandungan tanpa noda itu🙂

       
  8. herlinatiens

    July 23, 2008 at 2:13 am

    Terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk apapun komentar dan masukan yang berikan, khususnya kepada Haryo Bedhes

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: