RSS

Eleven Minutes with You

09 Jun

.: Di luar sana, Sayang. Jalan-jalan bercabang dan menunggu dipilih.

Mengapa kau nampak sedih, kekasihku? Adakah langit telah jahat padamu? Adakah musim-musim bergegas sebelum menghampirimu? Mengapa kau buat matamu serupa danau yang menggenang oleh demam.

Kekasih, semoga kesedihan lekas beranjak, meski kenangan akan tetap tinggal dan selalu abadi dalam hatimu. Tahukah kau sayangku? di matamu yang serupa mata air, telah bercerita kenangan-kenangan masa lalu. Dimana seseorang yang kau puja menusuk jantungmu dengan senyum termanisnya.
Kini, kau nampak serupa sampan yang membenamkan diri dalam-dalam di rawa-rawa keparat.

Tangkaplah hatiku. Karena serupa batu-batu yang tak nampak lebih mengkerut dari tahun sebelumnya, cintaku tak akan menua. Ia akan selalu padamu saja.

Dan bila airmata menghampirimu, biar kuluruhkan ia dengan bibirku.
Karena tubuhmu yang serupa akar beringin telah membebat jiwaku seluruh. Kekasih, nampakkah aku sebagai pencuri hatimu?

Tak ada yang mampu kucuri, Sayang.
Tak ada yang bisa kubawa tanpa seijinmu.
Maka bila kusucikan hati dengan menanggalkanmu di pucuk-pucuk cemara yang kudus, maafkan aku.

Sayang, adakah kau mengingatnya? Seseorang yang kepadanya pernah kau tanamkan harapan-harapan baru? Adakah kau merindukannya serupa sawah dan ladang kepada hujan? Adakah kini kau menjelma petani di penghujung kemarau?

Aku lupa, di dadamu, goresan pisau akan nampak indah belaka. Di keningmu sisa ciumannya membekas tanpa peduli sore dan musim. Maka, kinilah aku yang nampak serupa petani itu.

##
Saya harus berhenti di sini. Tepat jam 12 malam, ketika seseorang meminta saya menghentikan aktifitas saya di dalam kamar. Di luar langit penuh bintang. Seseorang tersenyum seperti sejak pertama saya mengenalnya.
Bertahun-tahun yang lalu di bulan Februari, saya menerima THE ALKHEMIST karya Paulo Coelho, dari pos. Sebuah buku yang kemudian teramat saya cintai. Dan sekarang, buku ELEVEN MINUTES dari penulis yang sama ada bersama saya sejak sekian menit tadi, dari seseorang yang selalu bersedia dan seharusnya saya cintai untuk seterusnya.
Adakah cinta semudah membuka-buka halaman buku? Membaca dan mempelajarinya dengan bijak dan tanpa prasangka?
Di luar angin terlalu sepoi, saya sudah di dalam kamar dan sendirian, tapi saya tahu di luar terlalu kacau. Angin malam tak bagus untuk saya.

Yogya, 0.44. 10juni2008

 
12 Comments

Posted by on June 9, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , ,

12 responses to “Eleven Minutes with You

  1. Catur Stanis

    June 9, 2008 at 5:52 pm

    Syukur deh..akhirnya baca juga karya Coelho yang ini… bagaimana jeng? Adakah yang beda dengan saat kau membuka Alkhemist waktu itu? Kalau bagiku kok agak menyentak gimana gitu..hehehe.
    Salam buatmu.

     
  2. iloveyou

    June 9, 2008 at 6:44 pm

    cinta, I love you. Selamat membaca. Sebagai perempuan-perempuan gurun kamu nampak begitu nyata. Kembalilah dekat padaku sebagai kekasih.

     
  3. yos

    June 10, 2008 at 8:52 am

    Wah gambarnya mengingatkan pada google, cari gambar, lady di, klik telusuri.
    gimana yaa, mbaca pake mata pening.
    mbaca pake hati pusiing.
    enake ngalamun aja di depan komputer

     
  4. kenthir

    June 10, 2008 at 9:11 am

    nyanyi karo njathil
    buto-buto galak ,mlakune lonjak-lonjak..

    Duhai petaniku
    ingin kukabarkan negri ini
    yang hampir jadi mozaic
    adakah denyut rindumu menyejukkan tanahku
    disana ada rentetan tentang sang nubuwah
    juga jeritan tentang si minah
    luka dalam, hampir meluluhlantakkan negriku
    adakah perekat rindu, untuk negri yang hampir berwarna amarah
    tabur kutaburkan gerimis pagi
    tapi aku takut menjadi badai
    ingin kubertanya pada rumput yang begoyang
    tapi rumputnya terlanjur main jathilan
    dan
    neng nong ning gung

     
  5. M Jusuf

    June 10, 2008 at 9:22 am

    Mampir ke blogku
    http://www.computer-net08.blogspot.com
    basa inggris lho

     
  6. roeslioemar

    June 10, 2008 at 5:49 pm

    untuk membiayi cokro, soekarno datang ke surabaya untuk bekerja pada jawatan kereta api. dan pada hari ini kau datang ke tempatmu untuk membiayai semua orang terdekatmu. pada tahun ini yang akan kamu kenang untuk selamanya. terima kasih untuk tidak menghukumku dengan mistar kayumu. dan terima kasih membebaskanku dari penjara 4 tahun itu. jika dalam malammu terdapat berhamparan bintang. malamku hanya ditemani teriakan teriakan aneh dari seberang yang ribut memainkan gamenya

     
  7. iloveyou

    June 11, 2008 at 1:06 am

    Pagi, cinta, aku kerja dulu.

     
  8. wawan

    June 11, 2008 at 1:07 am

    Kayaknya akan ada yang cemburu nih. SMS pak tentara ah.
    Pagi, teman, aku kerja dulu ya. Hahahahaha

     
  9. anton ashardi

    June 12, 2008 at 5:52 am

    itu buku ada gambar2nya gak?

     
  10. wawan

    June 12, 2008 at 12:24 pm

    Apa kabar koella?

     
  11. wawan

    June 13, 2008 at 10:37 am

    sepi

     
  12. Blog Competition 2009

    January 16, 2009 at 3:12 am

    Paulo C. selalu perfect dalam kata2nya. imaginasinya begitu dalam. Pecinta Sastra pasti tak akan bosal-bosannya menjejali lembar demi lembar tulisannya.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: