RSS

lampu dan dia

04 Jun

Dear Al
Dia mengatakannya dengan tenang, “Honey, aku akan menikahinya, begitu semuanya berjalan sesuai rencana.” Aku dengan senang berkata, “Itu bagus buat sampeyan. Sangat bahkan, sayangi dia seluruhnya.”
”Masih ada padamu. Untuknya secukupnya saja.”

Oh Al, adakah cinta bisa diukur dengan menghitungnya sesuai dengan keinginan dan kemauan. Setinggi apa, sedalam apa dia telah mencintai perempuan itu? Tiba-tiba aku ingin tahu, tapi konyol rasanya kalau aku bertanya, ”Seperti apa sampeyan mencintainya?” Apa aku nampak cemburu?

Al, kami makan malam di tempat yang biasa. Kami memesan beberapa menu tanpa satupun pilihan dariku, karena kukira kami tak akan berlama-lama.

Baru belasan menit berlalu, tapi aku merasa segala menjadi kosong. Apa aku nampak terluka?

Dia mengenakan kemeja berwarna putih dengan garis-garis biru, serupa dirinya yang nampak putih. Wajahnya kemarau seperti biasa. Selalu tanpa senyum tapi manis. Kulitnya semakin legam, tapi begitulah dia nampak indah belaka. Apa aku sekali lagi jatuh cinta padanya?

”Terbiasa di tempat dingin, terasa panas di sini.”
”Semoga tak lantas menjadi dingin hati sampeyan.” Nah, aku seperti salah bicara. Tapi kalimat itu begitu saja meluncur tanpa bisa aku tarik lagi. Apa aku tampak menyedihkan? Aku tertawa. Mentertawakan dia atau aku sendiri? Aku seperti tak kenal dia sebagai seseorang dari masa lalu. Dia selalu baru, hanya senyumnya yang sesekali begitu karib bagi mataku.

Dia memberikan selembar surat kecil. Kurasa itu sebuah lirik lagu atau nyontek dari sebuah situs atau entah. Karena aku rasa dia tidak seromantis dan secerdas itu untuk bisa membuat kalimat manis.

When you find yourself in deep trouble. Like a ship lost in the mid-sea during a storm. You want to cry and need a shoulder to lean on. Seem hopeless and could not move on. Got no one around whom to count on. Maybe you have totally forgotten me. Have given up on me for somebody. Think I am useless and nothing but garbage. So you shun and make a mock on me.
You might be surprised when you turn your back. See me smile with open arms and extended hands. For unlike them whom you prefer to be with than me. I’ll never give up. Turn my back on you. I’ll be your candle. Offer you light so you may not stumble. Take my word. I love you more than forever.

Aku kira aku memang tersentuh membacanya. Bukan pada kalimat-kalimat itu. Tapi dari cara dia yang tak tahu malu bergaya ala pencinta yang sedang kepayang. Kami sudah tidak muda lagi. Dan aku bukan kekasihnya. Dia akan menikah. Maka sudah seharusnya dia menyegerakan apa yang bisa membuatnya bahagia.

Oh, apa aku nampak terluka mengatakan ini? Apa aku nampak perih menuliskan ini padamu? Tentu saja tidak. Apa aku nampak menyangkal sesuatu? Aku bohong padamu dengan mengatakan aku menghabiskan waktu di tempat orang mati. Kenyataannya, aku baru saja melewatkan waktu dengan seseorang yang kuanggap sudah mati.

Aku kirimkan lampu di atas kepala kami, untukmu.
lampu yang tak sendiri

memang pernah, sayang, aku mencintaimu sebanyak aku mencintai hal-hal yang cerdas dan jenius. tapi tahun sudah berganti, dan kau tak seharusnya kembali mengeja namaku lagi.

 
35 Comments

Posted by on June 4, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , ,

35 responses to “lampu dan dia

  1. yos

    June 5, 2008 at 1:22 am

    “menikahinya”
    Aku tampak cemburu?
    , aku mencintaimu …..cerdas dan jenius. ////

    Fuuih, kalimat-kalimat yang sulit untuk dicerna, terutama pada tokoh-tokohnya, dan karakter ‘aku’, Al, dia.
    Sesulit mencerna cerpen2nya kakilangit Horizon.titik.

    Dipaksa jadi pembaca………..

     
  2. Iloveyou

    June 5, 2008 at 4:50 am

    With him? DINNER? Oh my gosh

     
  3. Iloveyou

    June 5, 2008 at 4:59 am

    Cinta, sampeyan nggak sedang mabuk kan? Atau melipat fragmen lagi?

     
  4. missyou

    June 5, 2008 at 5:53 am

    Yes, you aight. She with me. You should be understand. How are you?

     
  5. wawan

    June 5, 2008 at 10:17 am

    ada yang kencan ni ye.romantis cit cuit.

     
  6. ashardi

    June 5, 2008 at 1:07 pm

    Trus scene pembunuhannya kapan tho? kok gak muncul2… ato tiba2 perempuan yang mo dinikahi ama si Al curiga sama “aku”, trus nyewa pembunuh bayaran, trus si Al nyelidiki, trus banyak kejadian menegangkan… trus… trus… trus…

    * lha iki sing ngarang sopo tho… :p *

     
  7. anton ashardi

    June 5, 2008 at 10:51 pm

    lha… brarti dari kmaren salah sangka… tiwas suudzon… ndak bakat baca beginian. ndak ada rencana bikin komik aja?

    :p

     
  8. roeslioemar

    June 6, 2008 at 12:48 am

    hoho.ada yang sedang mau menikah.kayaknya lagu ini cocok. kumeihat ada tenda biru.dihiasi indahnya janur kuning. hati bertanya nanana.untung aku masih kecil.

     
  9. roeslioemar

    June 6, 2008 at 12:59 am

    pernikahan itu dingin.sedingin ujung besi pistol bagiku. yang akan berubah tiba tiba menjadi panas saat diledakkan

     
  10. kaka

    June 6, 2008 at 1:30 am

    Eh, tea aduh neng.Saha yang karunya? Ih nakal pisan ni eneng.Pingin nyubit.Kalau kakanya telpon, diangkat atuh neng, biar kakanya teh seneng,begitu.

     
  11. wawan

    June 6, 2008 at 1:33 am

    Nyampe kantor,minta kopi saja. Lin,kebangetan kowe iki. Mbok anggurke kancaku. Adoh-adoh lo kae.

     
  12. JenGis

    June 6, 2008 at 3:47 am

    lampu yang bagus… beli dimana?

     
  13. herlinatiens

    June 6, 2008 at 5:05 am

    Itu mana saya tahu, kan punya restoran itu. Mangnya saya musti tanya2 ya? alamak…

     
  14. JenGis

    June 6, 2008 at 6:50 am

    hehehehheeh… kamu cari tau donk! bahagiakah kamu?

     
  15. missyou

    June 6, 2008 at 7:03 am

    Hal-hal yang cerdas dan jenius tidak dicintai lagi ya?

     
  16. Iloveyou

    June 6, 2008 at 1:28 pm

    She love me. I was think you understand about that.

     
  17. KiRa

    June 7, 2008 at 2:37 am

    yihaaaa…. pertarungan pejantan.. seru neh..

     
  18. wawan

    June 7, 2008 at 9:05 am

    Pistol bro!

     
  19. Iloveyou

    June 7, 2008 at 10:10 am

    @ Wawan: Malas berdebat, karena saya tahu kepastiannya. Anda bawa pistol? Pintu akan terbuka dengan ketukan, bukan didobrak!!!
    “Mencintaimu seperti mencintai hal-hal yang cerdas dan jenius.”
    Hanya seperti kan? Seperti kecintaan pada cerdas dan jenius. Tanyakan ke herlina, siapa yang cerdas dan jenius yang dimaksud. Konretnya; MENYEDIHKAN.

    @ Missyou: Saya baik, sehat dan terlalu bersemangat untuk melupakan semua ucapan anda di masa lalu.

     
  20. she

    June 7, 2008 at 11:21 am

    mbak… , kalo lampunya itu di ganti * senthir lengo potro* gimana?! lebih romantis kali yo….😛 hehehehe

     
  21. erika

    June 7, 2008 at 11:34 am

    @ KiRa: senang ya? kamu kira kamu yang berhak senang? yang berhasil?
    @ iloveyou & missyou: aku ingin tertawa membaca komentar-komentar kalian berdua.
    @ she: ya sepakat denganmu. salam kenal

     
  22. Santana

    June 7, 2008 at 3:05 pm

    hei mengapa hujan turun lagi
    sedang hari indah begini
    hei mengapa burung tak bernyanyi
    indah tercipta kini hilang sudah
    engkau berdusta
    memang aku bunga yang sedang bersemi
    tapi bukan bunga sedap malam

    cinta yang kau beri di hatiku sayang
    bukan cinta suci yang sejati
    bunga yang kutanam di hatimu sayang
    bukan bunga hanya untuk dipetik layu

    bukannya bunga dipetik layu
    bukannya bunag harum layu
    bukannya bunga sedap malam

     
  23. Santana

    June 7, 2008 at 3:07 pm

    tiap kali aku memandangmu ada sakit yang menusuk kalbu
    kau janjikan kau hidup berdua yang tak pernah kulupakan sayang
    dua tahun aku menantimu
    seorang diri aku menunggumu sayang

     
  24. Santana

    June 7, 2008 at 3:15 pm

    bukannya aku tak tahu
    kau sudah ada yang punya
    atau bisikan cinta kutahu engkau berdusta
    namun kutak mau mengerti selama kau masih bersamaku
    karena kusuka kubutuh cinta yang pernah hilang dariku
    cinta ini kadang-kadang tak ada logika
    ilusi semua hasrat dalam hati
    hanya ingin dapat memiliki herlina walau hanya untuk sesaat

     
  25. Santana

    June 7, 2008 at 3:21 pm

    Ketemu deojha terus,lama-lama jatuh cinta kamu mbak!

     
  26. Sister

    June 7, 2008 at 5:08 pm

    Ora melu-melu aku mbak.Makane nek dikandani adine manut.Nek iso tak kandani ndang mario herlina.Sekarang rasakan saja sendiri.Enak?

     
  27. bukanasalnama

    June 7, 2008 at 10:29 pm

    wah ketinggalan nih

     
  28. she

    June 7, 2008 at 11:59 pm

    @ erika : salam kenal juga dariku🙂
    @ si mbak : di suruh manut mbak.. manut..😛

     
  29. herlinatiens

    June 9, 2008 at 5:47 pm

    Nyanyi apa ya enaknya….

    Terlambat sudah dia datang padaku
    Meski belum ada juga penggantinya
    Kini hatiku tertutup untuknya
    Meski tak pernah ada luka…

    Huhahaha, semoga pencipta lagunya ndak marah karena liriknya diganti2..

     
  30. she

    June 10, 2008 at 4:05 am

    tuh kan.. sampeyan hobi banget ganti- ganti lirik lagu mbak😀 hehehhe..

     
  31. herlinatiens

    June 10, 2008 at 2:54 pm

    suka-suka gue dong :p

     
  32. DankDuTteRzz

    June 11, 2008 at 4:03 pm

    test..test.. mau numpang joget..

    sekian lama aku menunggu//untuk kedatanganmu//bukankah engkau telah berjanji//kita jumpa di Yogya//datanglah..//kedatanganmu kutunggu//telah lama// empat tahun kumenunggu//

    tarrreeekkkk manggg…

     
  33. Erza

    June 27, 2008 at 4:32 am

    Dear Mbak Herlina,

    Saya Erza dan saya adalah guest editor untuk buku Mengerie 7 yang akan diterbitkan oleh penerbit Lontar. Lontar sendiri adalah sebuah perusahaan penerbit yang mempublikasikan karya – karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris.

    Karya Mbak Herlina yang berjudul Oleh Waktu masuk ke dalam kompilasi kami untuk Menagerie 7 dan seyogyanya akan diterbitkan pada bulan Oktober tahun ini.

    Kalau bisa, bolehkah saya minta no tel Mbak beserta alamat yang bisa dihubungi agar kami bisa memberikan surat resmi kepada Mbak.

    Terima kasih dan kami tunggu balasannya ya.

    Erza S.T.
    081 385 154 656

     
  34. mendadak_ragu

    March 18, 2010 at 4:05 am

    ihihiihihii… saya (belum tentu donk) yg terakhir ikutan tertawa ;p

     
  35. bebek

    March 18, 2010 at 4:45 am

    pagi-pagi baca tulisan kaka.kapan bisa kenal ya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: