RSS

pengakuan, 4

30 May

.: surat pada kapal
Aku tak pandai bertanya. Tak pandai meminta penjelasan. Aku terbiasa menyimpan semua tanda tanya dalam diri, menjawab dan menyimpulkan semua sendiri. Bahwasanya aku bersedih memandangi foto-fotomu, itu sudah pasti benar. Bahwa aku menahan air mata itu juga pasti benar. Tapi apa lantas aku sanggup bicara padamu? ”Sayang, pahamilah aku?” Tentu tidak.

Biasanya aku cepat-cepat saja meninggalkan semua tanpa mengucap selamat tinggal. Tapi entah ada apa denganmu. Aku seperti tak punya alasan melakukan hal yang sama. Jadi jangan marah, kalau aku tiba-tiba menghentikan pembicaraan dan seakan berdiam begitu saja tanpa penjelasan. Pagi tadi, semuanya terasa sesak dan membuatku tak bisa berkata-kata manis seperti biasanya.

Kau seperti melemparkan jangkar sebelum sampai pemberhentian. Oh bukan begitu, tepatnya kau masih mengibarkan layar-layar perjalanan, membentangkan peta petualangan saat kau mulai memasuki lautku. Atau bagaimana? Aku tak tahu, sayang. Aku mulai tak bisa menggambarkan cerita-cerita dengan lebih sederhana saja.

Apa aku cemburu? Tentu tidak sayang. Bahwasanya kau melewati sebuah perjalanan. Itu urusanmu. Bahwasanya kau menambatkan kapal di pelabuhan lain, itu juga aku turut senang. Bahkan aku berharap kau berlabuh dan menetap di dermaga yang sama. Menemukan kota dan rumah kecil tempat kau menghabiskan usia.

Masalahnya Sayang, kau tak akan bisa menambatkan satu kapal di dua pelabuhan sekaligus. Jangan menentangku dulu dengan bicara, ”Sayang, aku menginginkanmu bukan dia!”
Tidak bisa begitu Sayang. Pahami saja diamku sebagai penjelasan yang kau perlukan. Perempuan selalu punya cara sendiri untuk memberi penjelasan. Kalau kau tak paham, Sayang, biarkan saja begitu. Mungkin sunyi lahir dengan cara berbeda pula.
Aku tak pernah bukan? memintamu sampai dan menambatkan kapal. Melemparkan jangkar di lautku. Kau bebas, menentukan pilihan. Bahkan sekalipun tak akan pernah sampai ataupun menetap selamanya. Kau memilikimu, dan aku membenciku!

Atau begini saja mungkin lebih baik, berlama-lamalah di laut. Berjalan-jalanlah senyaman dan sesenang dirimu. Mampir ke kota yang sama, menemukan kota-kota baru. Bahkan kalau kau memutuskan kembali dan menetap di kota yang sama itu juga tak apa. Kalau kau mulai bosan dan capek, kau boleh menemuiku di kedai kopi tempat yang kujanjikan untukku menemuimu. Terlalu sulitkah, Sayang?

Yogya,31mei2008

 
7 Comments

Posted by on May 30, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , ,

7 responses to “pengakuan, 4

  1. she

    May 31, 2008 at 8:40 am

    menunggu siapa sampeyan mbak…? menunggu saya khan mbak?! ngaku aja.. *tralala trilili * :))

     
  2. mEnuR

    May 31, 2008 at 6:54 pm

    “Kalau kau mulai bosan dan capek, kau boleh menemuiku di kedai kopi tempat yang kujanjikan untukku menemuimu.”

    kalau mbak yg bosan dan capek, gimana?

     
  3. ashardi

    June 1, 2008 at 12:26 am

    kok critanya jadi gini ya… gimana ya… emm… masi keren Pengakuan,3… kenapa ya…
    ndak tau de, yang penting tetep nungguin Pengakuan,5

    :p

     
  4. herlinatiens

    June 1, 2008 at 12:29 am

    Kalau lagi patah hati susah nulis. Jadi sekarang aku pura-pura patah hati dulu ya…Kan belajar patah hatinya dari sampeyan :p

     
  5. she

    June 1, 2008 at 2:04 am

    pura – pura apa kura – kura…?! mau dong belajar patah hati mbak…😀

     
  6. yos

    June 1, 2008 at 4:31 pm

    nyambung crito…
    bukannya kuminta penjelasn darimu, tapi yakinlah dua bengawan akan bertemu di lautan. Sebiduk dua dayung akan lebih berimbang, tambah satu dayung akan mudah untuk mengarahkan kemana perahu harus berlayar. Tak mudahkan kuungkapkan gemericik riak? padahal ombak berdebur membahana dalam senyap.
    tertawalah, terlihat disana dua jingkin sedang berlomba lari, menghadang ombak. Nun jauh disana sepasang kekasaih sedang merenda memori buat anak cucunya, tetapi yakinlah air laut tetaplah asin.

    wexxx… sastra apa ya iku

     
  7. jeunglala

    June 3, 2008 at 10:23 am

    … nice!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: