RSS

Lelaki yang -selalu- saya Cintai

28 May

(kumis pak Raden)
Ahai, saya tertawa malu-malu meski tiada seseorang di sekitar saya. Perkaranya sederhana saja sebenarnya. Hanya karena saya menemukan sebuah file lagu yang saya copy dari seorang kawan, ada judul Hitam Manis, Emillia Contesa. Nadanya lembut, seperti ada gaya-gaya Betawi atau Melayu ini saya kurang paham. Saya carilah di google, lagu ini pernah dulu dinyanyikan Bapak saya saat saya ngambek minta coklat dan belum terpenuhi.

Berulangkali saya memutar ulang lagu ini, pilihan lain-lain yang sedianya ingin saya dengar saya pending dulu. Saya senyum-senyum sendiri. Sesekali tertawa lagi. Kepala saya mulai asyik mengikuti lagu ini. Alamak, gila saya.

Tiba-tiba melintaslah satu persatu foto-foto kecil yang pernah menjadi milik saya. Foto gambar senyum malu-malu banyak orang. Teman-teman saya memang selalu hitam manis. Karena saya hitam kali ya? Jadi teman-teman saya hitam semua. Huik…

Saya kangen Bapak. Senyum Bapak saya manis sangat. Kawan-kawan sekolah saya bilang, Bapak mirip Rano Karno. Huaaaaaaaaa. Ada juga yang bilang kek Sophan Sopyan. Ah, ganteng Bapak saya dong. Tahi lalat ada di dagunya. Rambutnya selalu dicukur rapi, disisir dengan sederhana tapi selalu tampan. Bapak siapa dulu dong? Hehehe

Sepertinya Bapak saya tak pernah berubah, seperti batu-batu yang tak menua. Saya suka cemburu –mewakili Ibu- kalau mantan pacar Bapak saya yang kebetulan menjadi tetangga –suaminya seorang polisi di desa saya- suka melintas dan memanggil Bapak saya menggoda. Dih…menjijikkan…
(Pak Raden dan Adip, pacar de Ruli. sama hitamnya kan?)

Ibu saya, yang selalu nampak indah di mata Bapak akan tertawa menggoda Bapak. Bapak akan kesal dan mencium Ibu saya. Aih…mesra betul sepasang kekasih ini di mata saya dan adik-adik saya. Begitulah Bapak, selalu menatap Ibu penuh kasih, pun Ibu.

Pernah, istri teman sekantor Bapak kirim surat cinta pada Bapak –yang lain-lain juga banyak- Tapi duh menyedihkan nasib mereka, surat-surat itu oleh Bapak diberikan ke Ibu. Jadi Ibulah yang membuka amplop dan membaca surat-surat nista itu. Aih Bapak…..

Bapak saya memang tampan, nampak sebagai lelaki yang sederhana dan karib. Tapi begitulah Bapak, hanya pada Ibulah kebahagian lahir di matanya. Saya tak pernah seyakin ini pada seseorang, ya bahwasanya nampak nyata dan jujur belaka bahwa Bapak mencintai Ibu, sebagaimana Ibu yang tulus dan bersetia hanya pada Bapak saja.
SAYA mau suami kek Bapak saya…makanya seringkali pacar-pacar saya suka dibilang mirip ma Bapak. Huehehehe…kamfret…

Sekarang saya tersenyum lagi. Ada seseorang yang hitam manis berkelebatan di pikiran saya. Senyumnya itu, alamak, bikin jantung saya berdebar. Senyumnya selalu manis, bahkan saat dipaksakan sekalipun. Di antara kedua matanya yang kanak-kanak, saya ingin menyembunyikan diri dan mendengarkan lagu ini.

Aku teringat pandang pertama
Hitam Manis
Hitam manis hitam manis
Yang hitam manis
Pandang tak jemu pandang tak jemu
Yang hitam manis pandang tak jemu

Hitam manis hitam manis
Yang hitam manis
Paras mu cantii buah hati ku
Sian dan malam selalu ku rindu

Di waktu bulan terang cuaca aaa…
Ku pejam mata tapi tak lena
Yang hitam manis datang menjelma
Yang hitam manis datang menjelma
Kenangan yang menggoda
Aku teringat pandang pertama

Hitam manis hitam manis
Yang hitam manis
Pandang tak jemu pandang tak jemu
(ini anak yang kurang ajar)

 
12 Comments

Posted by on May 28, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , ,

12 responses to “Lelaki yang -selalu- saya Cintai

  1. wawan

    May 28, 2008 at 6:28 pm

    Bayu kan hitam manis.Aku lebih hitam manis sebenarnya.

     
    • bebek

      December 16, 2009 at 3:54 pm

      GR loe, gw donK!!!

       
  2. she

    May 30, 2008 at 12:11 am

    saya suka pic dan kalimat terakhir sampeyan dalam (….)😛 hahahha…

     
  3. yos

    June 1, 2008 at 4:13 pm

    teringat puisinya, penyair asongan, yang menjajakan puisi dari lempuyangan sampe klaten.

    senyummu merekah
    bagaikan belahan bulan yang masih perawan
    ooo betapa memabukkan
    bisik angin pada hidup.
    ..
    kluthik.. limangatus

     
  4. yos

    June 3, 2008 at 5:05 am

    5000? thithik. Lha wong pengamen/penyair itu kadang sehari 50.000. Aku ae kalah sugih.

     
  5. jeunglala

    June 3, 2008 at 10:20 am

    bapaknya ganteng thoo…
    ganteng mana sama bapak saya?🙂

     
  6. sheska

    June 3, 2008 at 11:45 pm

    owalah..alah… * preeetttt *😛 hehehehe..
    ndak di blog..ndak di FS kok enyel – enyelan terus yo..

     
  7. roeslioemar

    June 4, 2008 at 9:11 am

    hmmm kayaknya kenal lelaki itu… salam ya bapak…my second dad

     
  8. herlinatiens

    June 5, 2008 at 1:33 pm

    @ Sheska: Huahahaha, sing ngajari lho sampeyan…eyel-eyelan molo.

    @ roeslioemar: Tadi Ibu telpon, salam buat sampeyan katanya. Dih, dan pesannya dong jangan lupa makan dan mandi. Huaaaahahaha…

     
  9. she

    June 6, 2008 at 12:17 am

    huaahuauhaa… saling mengajari itu lebih baik khan?! tapi kalo dari saya, mengajari ke jelekkan saja yah…😛 kekekkekek

     
  10. herlinatiens

    June 6, 2008 at 2:08 am

    Ndak kok…sampeyan kan baik..masak ngajarin kejelekan, ya ndak lah…🙂

     
  11. she

    June 7, 2008 at 12:14 am

    duuuhhh… tuh khan, si mbak sukanya * ting..ting..ting *
    kwakwkakwakkwa….😛

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: