RSS

serupa itu

17 Apr

perempuan itu, bosan harus berpura-pura senang. kalau kau tersenyum padanya, dia akan tersenyum. kalau menangis dan butuh dia menenangkanmu, dengan cepat dia bisa membuatmu tertawa. tapi dia sunyi, hanya sunyi.
dia merasa capek dan ingin istirahat. sekarang, dia memilih sebuah bangku kosong di sebuah taman. duduk berdiam sendirian begitu, dia mengenal dirinya dengan segera. bahwasanya dia memang sendirian. tak ada siapapun yang bisa dia (percaya) jadikan tempat bergantung dan sekadar berbincang.

dia bosan, sangat bosan. tapi dia tidak punya tempat lain, selain bangku kosong itu. dia ingin bepergian, tapi dia tak memiliki tempat untuk dituju. sekarang dia mulai memangis. ekspresinya memang tidak berubah, tapi airmata jujur melengkapinya.

dia tak terbiasa bercerita pada seseorang. dia terbiasa diam. kalau-kalau kau pernah mendengar ceritanya; sesungguhnya itu bukan cerita yang penting. sesuatu yang dirahasiakannya bisa saja dengan cepat membunuhnya. bisakah kau percaya padaku tentang perempuan itu?

nah, dia tak terbiasa bilang, “Tolonglah aku. duduklah di sini sebentar, aku butuh bantuanmu.” tidak, tidak begitu cara dia menyelesaikan banyak hal. dia memang selalu sendirian. dia tak pernah tau, kepada siapa dia bisa bergantung dan percaya.

dia masih duduk di bangku itu. orang-orang yang hilir mudik di depannya nampak serupa angin begitu saja. dia mulai cemas, kalau-kalau seseorang merebut dirinya sendiri dari dia. kalau terebut, siapa yang bisa dipercayainya lagi. siapa yang akan menenangkannya lagi?

dia masih menangis. matanya serupa kaca. dia tidak terisak. dia hanya diam menangis begitu. apa dia bernasib malang? mungkin. tapi dia sendiri tak pernah tau bagaimana menyingkirkan nasib malangnya itu.

sekarang, hujan mulai turun. dia tak juga beranjak dari bangku itu. badannya sudah kuyup, dia mulai menggigil dan batuknya menjadi, menahan sesak. dia tak berharap seseorang menemukannya dan mengajaknya pulang. dia tak punya siapa-siapa selain dirinya bukan?

begitu malam datang, dia merebahkan dirinya di bangku kosong itu. dia hanya ingin tidur dan bermimpi tentang kau. setelahnya, dia tak ingin apa-apa lagi….

 
18 Comments

Posted by on April 17, 2008 in Puisi

 

Tags: , ,

18 responses to “serupa itu

  1. Wan

    April 17, 2008 at 6:22 am

    Only me, someone who knows n understand you as well. Let me go home, beb.

     
  2. Wan

    April 17, 2008 at 6:23 am

    once more, I love you.

     
  3. herlinatiens

    April 17, 2008 at 7:17 pm

    kalau saja saya tahu maksud anda…

     
  4. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 5:14 am

    sederhana, menarik,
    “kalau saja saya tahu maksud anda…”… balutan kecerdasan emosi yang indah.

    dimana stasiun pemberhentian Bima ini mbak?

     
  5. herlinatiens

    April 21, 2008 at 5:50 am

    @ M4T4H4RI: terimakasih…pemberhentiannya? maunya dimana? di pintu gerbang yang mana? tergantung sih…

     
  6. M4T4HRI

    April 21, 2008 at 6:07 am

    karena tergantung… anda buatlah ia membumi biar matahari tau menyinarinya seperti apa? jika ia jadi awan yang melayang.. tentulah akan merembes cahaya itu.

     
  7. herlinatiens

    April 21, 2008 at 6:11 am

    kakakka.tergantung itu bukan melayang, maksud saya mbak, tergantung situasi kondisi dll. doh..mampus ane.

     
  8. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 6:27 am

    kayak mana anda tertawa??? apa beda situasi dengan kondisi? mengapa dll? takutkah anda menyebutkan dll yang anda maksud?…
    anda baik2 saja? mengapa mampus! apakah saya menyakiti anda? maafkan saya bila iya…

     
  9. herlinatiens

    April 21, 2008 at 6:48 am

    soalnya ya Mbak ya…anda menganggap diksi “tergantung” dalam komentar saya itu serupa melayang. anda salah tangkap, salah pengertian, makanya ane mampus. analogi yang anda pake juga tidak pas. akrobatik kata yang kosong! tandus! tidak jelas arahnya…karena anda tidak paham konteksnya. sudha salah sejak awal. nah sekarang lebih parah, kok tiba2 anda menuduh saya takut menyebutkan sesuatu. saya memberi contoh, artinya tergantung itu!!! bukan melayang Mbaaaaaaaaaak.

     
  10. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 6:54 am

    menarik!.. trus selanjutnya seperti apa? gimana denga situasi dan kondisi?

     
  11. herlinatiens

    April 21, 2008 at 6:59 am

    nggak ada apa2 dg situasi dan kondisi. itu kan perumpamaan, bisa saja kata ‘tergantung’ itu dimaknai demikian. bisa juga kan itu tergantung ‘dimana seseorang itu menunggu’ atau tergantung ‘siapa yang tengah menunggu’dll. semuanya yang harus menjadi, pasti akan menjadi…gitu aja deh prinsipnya.

     
  12. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 7:13 am

    ok..pelajaran yang menarik di siang ini. di tempat anda siangkah mbak? atau malam seperti di Amerika sana?

     
  13. herlinatiens

    April 21, 2008 at 7:50 am

    Di yogya siang..puas Mbak?

     
  14. yos

    April 22, 2008 at 11:04 am

    tariklah tali coklat di punggungya…
    hingga tampaklah gunung merapi dan merbabu berdampingan…
    // jawaban apa hubungannya tali hijau dengan gunung//

     
  15. herlinatiens

    April 23, 2008 at 12:05 am

    @ yos: waduh..mbuh ah…ndak ikut2 pertalian dan pergunungan..dari dulu aku selalu ndak suka gunung, makanya paling males kalau ada yg naek gunung, ke kaliurang misalnya…eh kaliurang gunung bukan ya? ya ke lawu lah contohnya, ndka mau aku…

     
  16. yos

    April 23, 2008 at 4:44 am

    katanya nggak suka gunung, tapi udah kau lemparkan air dari telaga sejuk di puncak lawu, kepada semua orang…banyak tuh yang kecipratan malah ada kebakar air sejuk, lho air kok membakar heran aku hi hi hi hi // ketawane pocong…

     
  17. asalnama

    May 14, 2008 at 1:42 pm

    yos sopo meneh

     
  18. cerpen cinta

    September 18, 2014 at 11:13 pm

    No matter if some one searches for his necessary thing, therefore he/she desires to be
    available that in detail, thus that thing is
    maintained over here.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: