RSS

Bermain Dadu

15 Apr

; Rusli Hariyanto vs dadu..

(ssst, ini Rusli lagi mencari dadu…)

sebenarnya saya hampir tak pernah berhasil menebak dadu. saya selalu salah, seringkali salah. mengapa bisa salah? tentu saja salah, karena saya tak berani mengatakan itu dadu besar atau kecil. keluar berapa. saya malu kalau terlanjur menebak dan salah. tapi untuk menjaga harga diri, saya suka bilang, “ah sudahlah, saya tak suka bermain dadu.”

sekarang saya sedang bermain dadu. tapi sungguh mati saya tak berani membuka tempurung kelapa yang menyembunyikan dadu itu. saya berharap-harap cemas, kali-kali tempurung itu terbuka dan saya melihatnya dengan tanpa cemas dan rasa malu kalau salah menebak.

sebenarnya saya yakin, dadu kecil yang akan keluar. kalau taruhan, saya pasti akan menang, dan Rusli kecil itu tak akan memaksa saya minum sebotol beer bintang yang membuat perut saya mual dan terkapar di ranjang tanpa sempat cuci muka dan gosok gigi.

saya terus saja menatap tempurung kelapa itu. tergoda mencoba mengintip ke dalamnya. ah konyol, tentu saja tak bisa. sekarang saya serupa pandir kecil yang sibuk mengusap keringat karena cemas hati menyergap saya penuh seluruh.

dadu kecil akan keluar. begitu pastinya. tapi sumpah, saya tak berani menebaknya. kalau salah, saya akan malu pada diri sendiri. kalau benar, saya akan kehilangan cemas dan bosan pada permainannya. nah, kalau sudah bosan saya akan mencari permainan baru yang lebih menantang otak dan pikiran saya.

bermain dadu begini, serupa terkena candu. meski saya tak pernah menghisap ganja atau candu-candu lainnya. tapi saya tau, cemas karena bermain dadu ini seimbang dengan pengaruh candu. serba tak yakin -padahal yakin sih- begini menjadi kemewahan tersendiri bagi saya.

melihat orang-orang yang merayakan kemewahan dengan membakar langit menjadi warna-warna pelangi, saya tak heran. menyaksikan Rusli memainkan handphone-nya serupa lego, saya tak tergoda. memperhatikan anak-anak bermain engklang saya akan lebih cepat bosan. karena saya tahu, saya selalu menjadi pemenang bermain-main yang seperti itu.

bermain dadu membuat saya tertawa, sekaligus bertanya-tanya kiranya terbuat dari apakah benda persegi itu. sembari mengira-ira, saya bisa menikmati kopi, merokok, sambil menyanyikan lagu “aku cinta kau dan dia.” eh, jangan dikira tak ada hubungannya antara dadu dan lagu ini. begini, kalau disuruh memilih antara kopi dan rokok, saya tak akan bisa memutuskan dengan cepat. kalau disuruh memilih tempurung kelapa atau dadunya, saya juga pasti kesulitan memilihnya.

memang benar. bisa saja saya memilih dadu, lantas memainkannya dengan telapak tangan saya sendiri. ah, tapi itu kurang afdol bukan? kalau telapak tangan saya sibuk menutupi biji dadu, lantas bagaimana saya merokok? lantas bagaimana saya memegang cangkir kopi? memang bisa saja, saya minum dengan kaki saya. ah, tapi saya tak mau, saya kan biasa hilir mudik kalau sedang bermain dadu.

(yang ini dia sedang mencoba merayu dadu…)

Rusli, laki-laki kecil yang memanggil saya, “Mbak, guru, sista, dll” itu, memaksa saya untuk berhenti bermain dadu. Katanya, “Kasian dadu-dadunya, kalau lecet dan hilang bulatannya kan repot. Apa masih kurang dadu yang rusak karena ulahmu?”
“Dih, salah sendiri jadi dadu. Kalau ndak dimainkan juga apa gunanya jadi dadu? Aku cuma menjalankan tugasku, bermain dadu. Dadu tugasnya ya diem aja di tempurung. Sesekali dilempar, sesekali disembunyikan, sesekali juga dihentakkan.”
“Tapi sebenarnya salah si dadu sendiri sih, ngapain deket-deket kamu.”
“Nah, itu juga kau tahu. Dah cari dadumu sendiri, mari kita mainkan….”

 

Tags: , ,

21 responses to “Bermain Dadu

  1. Daniel Mahendra

    April 16, 2008 at 12:24 am

    Hmmm… ada filosofi menarik di tulisan ini.

     
  2. ashardi

    April 16, 2008 at 3:44 am

    nggg…ndak tau apa mungkin mbak lupa ato apa ya…
    tapi…
    dadu yang dimaenin itu kecil ato besar??

    * seamcam penasaran *

     
  3. ashardi

    April 16, 2008 at 3:44 am

    nggg…ndak tau apa mungkin mbak lupa ato apa ya…
    tapi…
    dadu yang dimaenin itu kecil ato besar??

    * semacam penasaran *

     
  4. asalnama

    April 16, 2008 at 7:23 am

    dadu-dadu itu pasti laki-laki maksudnya.

     
  5. oemar

    April 16, 2008 at 9:55 am

    hmmm sangat menarik. penuh teka teki.entah akan jadi apa dadu dadu itu. tapi hanya bisa berharap dadu dadu itu tak jadi hilang atau dibuang.semoga dadu bisa mengajarkan bahagia dan kesedihan dengan cara yang benar. yang siap menerima segala perlakuan tuannya. sekali lagi semoga.

     
  6. asalnama

    April 16, 2008 at 10:47 am

    asyik,aku lihat ada nama herlinatiens di poster Qfest,mau datang ah.minta sun di pipi boleh tidak ya?

     
  7. asalnama

    April 16, 2008 at 11:11 am

    “Barangsiapa bermain dadu, maka seolah-olah dia mencelupkan tangannya dalam daging babi dan darahnya.” (Riwayat Muslim dan lain-lain)

    jadi benar kata Rusli,jangan bermain dadu

     
  8. Rizki on benbego

    April 16, 2008 at 3:11 pm

    klo dah ketemu. cepet kocok. pasang nomer berapa?😀

     
  9. masgullu

    April 17, 2008 at 12:09 am

    bosen maen dadu
    sekolah ae cak nang
    http://www.stembasurabaya.wordpress.com

     
  10. ReI

    April 17, 2008 at 3:23 am

    mengapa tak kau bisikan dalam pikiranmu bahwa sebenarnya kau juga bisa menjadi dadu, sayang!

     
  11. M4T4H4Ri

    April 21, 2008 at 5:16 am

    anda belajar darimana bermain dadu?? mau berbagi dengan saya?

     
  12. herlinatiens

    April 21, 2008 at 5:52 am

    Sebenarnya saya tidak bisa bermain dadu. tulisan ini muncul karena waktu itu saya lihat ada dadu di hadapan saya, entah punya siapa. ya, saya berandai-andai sajalah jadi pemain dadu. kalau sampeyan saja yg ngajari saya bermain dadu bagaimana? jangan dadulah…saya tak suka

     
  13. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 6:13 am

    berandai-andai bermain dadu! suatu andai yang mewah…
    anda belajar dari saya!! saya pikir saya tak layak mengajari anda, mungkin jadi pengocok dadu sajalah.. deal!.. dan saya juga tak suka dadu.

     
  14. herlinatiens

    April 21, 2008 at 6:37 am

    anda yg konsisten dong, tadi katanya mau dijarai maen dadu, lantas saya bilang “jangan dadulah saya tak suka” kok sekarang ikut ndak suka. gimana ini? jadi bandar itu lebih besar taruhannya., meski sampeyan kira kalau untung bisa besar, saya rasa modalnya ndak sedikit. cobalah ke semarang, tanya2 ma orang sana…..huik..

     
  15. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 6:43 am

    taik!! mari bermain…anda mau taruhan berapa?

     
  16. herlinatiens

    April 21, 2008 at 6:52 am

    taruhan apa? mana ada yg bisa anda pertaruhkan untuk bermain dengan saya? yang benar saja. taruhan itu musti berimbang Mbak…kalau tidak imbang ya rugi di saya dong ah..coba tanya si She, adik saya itu..:P
    tapi sebenarnya saya bukan pemain…saya hanya sering melihat teman2 saya bermain. jadi sana, silahkan bermain dengan teman2 saya..

     
  17. M4T4H4RI

    April 21, 2008 at 7:15 am

    apakah perlu saya berkenalan dulu dengan adek mbak itu? mengapa ga dari mbak aja?

    senyum anda memang seperti senyum penonton.

     
  18. herlinatiens

    April 24, 2008 at 6:50 am

    Ya perlu juga sepertinya anda berkenalan, kalau anda yang berkeinginan. Nantilah saya tanyakan :p
    Penonton bagaimana maksudny? kan sebenarnya kita semua ini ada saat dimana sering menjadi penonton saja dari catatan waktu yang sedang berlangsung..

     
  19. she

    April 24, 2008 at 11:52 am

    wew.. siapa yang mo kenalan sama saya mbak?!
    yah.. nama saya She , adek mbak herlin ( ngaku – ngaku,hehehe… )
    sok atuh perkenalkan diri anda M4T4H4RI ?

     
  20. yos

    April 28, 2008 at 6:08 am

    daaa duuuu daaaa duuu daaaduuu baaee

     
  21. eyangdentho

    March 3, 2013 at 1:34 pm

    ‎​​∂Ķΰ salah satu bandar dadu.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: