RSS

kau tak (se)harus(nya) berjanji…

14 Apr

serupa makam tanpa nisan; maka bangkitkanlah aku dari deritaku. jangan kau kirimkan seseorang yang lain untuk menjemputku. aku hanya mau kamu yang memapahku. maaf merepotkan.

jangan jauh-jauh dulu, sebab aku sedang tak ingin sendiri. kembalikanlah aku pada duniaku yang sunyi. tapi sungguh, jangan jauh-jauh dulu.

jangan dulu mengajakku berdebat
jangan dulu menyangsikan apa-apa
jangan dulu mengeroyokku dengan pertanyaan
jangan bertanya siapa, mengapa, ataupun bagaimana…
aku hanya ingin lahir kembali, keluar dari kutukan yang menyengsarakan aku

sekarang biarkan aku mati dengan cara yang paling santun. dengan cara yang tak pernah orang-orang tunjukkan sebelumnya. dengan begitu aku akan menjadi jenasah yang benar. mengapa aku benci mengakui, kalau tak seharusnya aku mengutuk kutukan bagi diriku sendiri.

sekarang, bongkarlah makam itu, temukan belulangku. lahirkanlah aku serupa maumu, dan biarkan aku mati dengan cara yang kau mau…
tanpa derita yang berarti
tanpa senyum yang berarti
tanpa sumpah-sumpah yang pasti
tanpa harus kau berjanji…

(apakah aku nampak baru -lagi- bagimu?)

 
10 Comments

Posted by on April 14, 2008 in Puisi

 

10 responses to “kau tak (se)harus(nya) berjanji…

  1. langitjiwa

    April 14, 2008 at 4:54 pm

    ” kalau begitu kau hembuskanlah nafasmu dengan perlahan-lahan,jangan lupa kau beri sedikit senyum……”

     
  2. hafidzi

    April 14, 2008 at 6:00 pm

    kalo sudah senyum liat dulu lawan nya, ce ato co ^,^
    klo ce biasa2 aja
    nah kalo co agak genit dikit, he2…canda
    nice ….

     
  3. ashardi

    April 15, 2008 at 3:29 am

    weh…

    * ambil gitar *

     
  4. herlinatiens

    April 15, 2008 at 5:06 am

    @ langitjiwa: bagaimana belulang tersenyum hayoo?

    @ hafidzi: begitu juga boleh. liat dulu sapa lawannya ya? menarik juga.

    @ ashardi: saya suka nyanyi, kalau gitu mainkanlah nada-nada yang laras, saya yang nyanyi, langit jiwa dan hafidzi yang menari..

     
  5. ashardi

    April 15, 2008 at 8:26 am

    sumpah keren…
    * sampe komen 2 kali😀 *

     
  6. rusli

    April 15, 2008 at 1:25 pm

    bagus semua tulisanmu. semoga menjadi tulisan yang akan menjadi abadi, berguna untuk agamawan ataupun preman, aku dan pacarmu, ibu dan bapak, tukang becak dan penumpanya. semoga semoga… presiden dan rakyatnya. tulisan atau tangisan. ahh yang penting bukan apologi

     
  7. langitjiwa

    April 15, 2008 at 1:31 pm

    ” aku menari..? mana bisa aku menari dalam keadaan setengah telanjang dari jiwaku, Ia mau sepenuh jiwaku menari dihadapaNya. benar-benar terlihatnya aku bagai bayi merah……

    “malam,mbak……”

     
  8. regsa

    April 15, 2008 at 3:39 pm

    mati demi menjadi apa yang orang maui… pengorbanan yang tiada tara..
    eh, maaf bila salah mengartikannya ..🙂

     
  9. ReI

    April 17, 2008 at 3:24 am

    kau sering hitam… kapan kau jadi hijau, biru, atau kuning?

     
  10. herlinatiens

    May 19, 2008 at 6:11 pm

    Aku mengajakmu berteman….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: