RSS

yang itulah…

11 Apr

.: tak ada kado manis dariku yang bisa kau terima :.

maka kutiup lilin sebagai wakilmu. mengirimkan selembar surat pada kerahiman malam. bila kau tak sempat melempar senyum, biar angin yang membawa serta sunyi malam berikutnya.

saat beginilah sayang aku merasa memilikimu. sebagai perempuan, aku tengah duduk dengan derita yang sama seperti menit-menit paling kasmaran aku padamu.

sekarang melangkahlah keluar. seseorang tengah menunggumu di luar sana. perempuan-perempuan dari gurun dan bukit-bukit tandus yang dijanjikan alam padamu. maka bawalah serta denganmu, segenggam air dan madu murni dari hatimu.

dan bila kau sangsi. lemparkanlah koin logam ke anak-anak sungai. maka aliran parit dari ujung matamu akan berhenti. bukan karena aku menghapusnya, tapi begitulan semesta menjaga aku, kau, dan dia.

Selamat Ulang Tahun hari ini…

Yogyakarta, 11 April 2008

 
8 Comments

Posted by on April 11, 2008 in Puisi

 

Tags: ,

8 responses to “yang itulah…

  1. langitjiwa

    April 11, 2008 at 4:43 pm

    yg ultah siapa,mbak?kalau boleh tahu…

     
  2. asalnama

    April 12, 2008 at 3:20 am

    siapa?mengucapkan disini bagaimana dia tahu?

     
  3. she

    April 12, 2008 at 5:54 am

    meski aku tidak kenal… aku tau. * halah*😛
    aku juga mo ngucapin met ultah ah..
    Met Ultah yah buat orang yang sampeyan maksud mbak…
    salam kenal juga dari aku.

     
  4. asalnama

    April 12, 2008 at 7:17 am

    siapa yang ultah she?bima,bima itu ya?bima pacar herlinatiens?orang mana?ada di blog ini?

     
  5. herlinatiens

    April 12, 2008 at 10:53 am

    @ langitjiwa: mungkin saja seorang yang sampeyan kenal. saya juga mulai ndak tau ini.wew…

    @ asalnama: diucapkan langsung juga mana dia tau. pendeknya tak ada siapa-siapa selain hujan yang deras sejak siang tadi sampai malam ini..tak ada yang lain, sungguh hanya sunyi.

    @ she: salam kenal pada siapa? haruskah saya mencari seseorang yang berulang tahun tgl 11 april? duh siapa ya. dimana saya harus mencari? begini saja, carikan dia, biar saya yang menyampaikan salam kenalnya🙂

     
  6. yos

    April 13, 2008 at 5:15 am

    malam ini seterang mendung siang
    angin keras menimpuk batang kmboja yang masih hijau
    sedangkan daun-daun kering menyambar rambutku yang kusut masai
    ransel tentara hijau yang mulai sobek
    hampir lepas dari pundak
    dan
    hari-hariku
    kembali pilu…

     
  7. herlinatiens

    April 13, 2008 at 5:43 am

    kalau hujan Yos…
    kesedihannya menjadi sempurna
    kerinduan yang tasbih dan sunyi yang terbakar
    terasa lebih baru dan menjanjikan
    tak ada kamboja, tak pinus, tak ada bukit, tak ada laut
    ransel hijau itu, Yos
    hanya berisi gulungan peta tua yang dulunya hanya selembar kertas lusuh
    segera saja dia tau; perempuan yang ditunggunya tengah duduk dalam gerbong sebuah kereta, malam itu.
    saat hujan sedemikian deras dan dendam mengganas

     
  8. astri

    April 14, 2008 at 5:24 am

    sunyi = sendiri = ketenangan = lepas… entahlah!

    dia semakin mengganas di peraduannya.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: