RSS

anjing di sekitar saya

08 Apr

.: ditulis atas permintaan seorang kawan, seusai saya bermimpi buruk itu :.

semalam saya telah bermimpi dalam keterjagaan saya. seorang kawan mengabarkan ada seekor anjing menyalak serupa syair untuk saya. anjing berbulu lebat, bertubuh pendek, berwarna hitam. dia menuntut balas dari apa yang tak dia ketahuinya sendiri tentang saya. meneriakkan nama saya. meminta saya mengelus tubuhnya.

saya tak harus perduli pada anjing-anjing yang menasbihkan diri dan nama di pelataran itu. yang menggonggong karena bangga bisa menyebutkan nama saya.

“warnanya apa tuan, anjing itu?”
“hitam, nona. tubuhnya pendek juga bau.”
“sampeyan kenal dia, tuan?”
“ya, sebagai anjing yang menggerusmu.”
“saya ucapkan terimakasih. dan salam untuk anjing itu.”
“anjing dekil, nona. tulislah surat untuknya nona.”
“baiklah…”

kepada yang terhormat anjing hitam.

pak anjing, saya tak tahu siapa anda. tapi mengapa anda bicara seolah tahu saya? apa anda jatuh cinta pada saya? atau anda begitu terobsesi pada saya? sehingga melahirkan gonggongan serupa syair menjijikkan itu? ah pak anjing, maaf ya pak, kok saya merasa anda agak demam dan butuh resep dari dokter. atau bapak butuh bantuan beberapa lembar uang dari saya untuk pergi berobat?

begini pak, saya senang anda menuliskan nama saya. tapi saya lupa cara dan bagaimana menamai orang semacam anda. baik, baik, saya akan mengikuti kata teman saya yang itu; “anjing parasit.”
sebenarnya saya lebih senang dengan istilah “anjing tanpa cakap” sajalah. saya tidak suka, kalau teman saya yang itu menyebut anda numpang tenar. ups!!!

nah pak, bagaimana pak? bisa tidak itu gonggongan serupa syair, sajak dan surat cinta yang anda sembunyikan di sembalik selimut saat anda berkencan dengan perempuan anda dijadikan sebuah tanda peringatan untuk mengantar anda ke perjalanan berikutnya?

pak anjing, apakah anda sakit? atau memang tak pernah sehat?

anda senang bukan? bangga? saya membalas surat cinta anda begini? ahai, tak perlu bangga dululah. saya rasa anda butuh sedikit berbenah. rapikanlah dulu kumis anda. sebentar ke salon mengganti model rambut anda, kalau tak ada uang sinilah sini saya tambah lagi beberapa lembar uang untuk anda. gantilah celana belel itu, sudah bau dan kumal. oiya, juga badan anda, rasanya kok malu kalau saya punya penggemar seperti anda. duh, maaf, kesannya kok kasar sekali ya.

dan sebenarnya yang lebih penting dari itu semua, tolong dipersantun gonggongan anda sebentar. begini, begini, jangan dulu tergesa ingin mencium telapak tangan saya, kalau anda masih belum bisa lebih canggih dari saya. lantas, bagaimana anda bisa menggonggongkan syair dan cerita tentang saya dengan cara yang benar? kalau di otak anda hanya ada kedunguan dan ketaktahuan. biasakanlah membaca pak anjing!!!jangan bergosip!

apakah saya nampak marah pada anda? tentu saja tidak. saya hanya kasihan pada anda. mencoba mengingatkan anda dengan cara yang anda ajarkan. sepertinya anda begitu terobsesi pada saya, lantas kalau teman saya yang itu bilang anda ingin numpang tenar belaka kan saya juga tidak terima. wong anda ini sedang sakit, tidak sehat, jadi kalau ‘nganeh-nganehi’ ya wajar saja bukan? duh, saya ini membela anda lho.

kalau anda bisa sedikit saja sopan, saya pasti dengan senang hati menerima anda sebagai anjing penjaga rumah sebelah. nah pak anjing? anda mengerti maksud saya? saya tidak marah, saya justru sedang mencoba menyembuhkan anda agar sempat merasakan bagaimana menjadi orang sehat. atau tak inginkah anda menjadi sehat?

nah pak anjing…saya senang lho kalau anak-anak anda lahir serupa anjing yang lebih manis. tidak lantaskan kedunguan membuat anda menjadi babi bukan? tak seharusnya seekor anjing seperti anda bermimpi tentang saya.

tiba-tiba saya terbangun dari mimpi buruk itu. seseorang menelepon saya dengan suara tasbihnya, “nona, nona baik-baik saja?”

yogyakarta. april 2008

 
6 Comments

Posted by on April 8, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , ,

6 responses to “anjing di sekitar saya

  1. asalnama

    April 10, 2008 at 2:48 pm

    siapa anjingnya?

     
  2. she

    April 11, 2008 at 12:18 am

    wow…!! tulisan sampeyan yang ini ku rasakan ada kemarahan.

    harusnya si ‘ anjing ‘ itu tau bagaimana bersikap santun.
    dan benar kata sampeyan..sepertinya si ‘anjing’ harus berobat dan periksa ke dokter, sebelum sakitnya meradang dan menulari semuanya. si ‘ anjing ‘ siapa ?!

    kok sampeyan bisa marah ya mbak…?đŸ˜€ hehehe..

     
  3. herlinatiens

    April 11, 2008 at 2:00 am

    @ asalnama: siapa siapa dan bukan siapa saja.

    @ she: anjing penyair kali ya? atau penyanyi? atau pengamen? entah ndak tau itu. bisa dek,kadang-kadang kita butuh marah kan? seperti amarah yang membutuhkan kita…:)

     
  4. astri

    April 11, 2008 at 2:03 am

    @ asalnama.. sini saya kasih tau, sapa anjing itu. yang jelas.. dia bisa menggonggong…

    ketenangan diri akan bisa menjadi matahari di setiap awan yang mulai bertiup di langit kehidupan kita.

    bila si anjing, melihat tulisan ini, saya akan mencoba juga mengajarkannya bagaimana bersikap baik dan menggunakan akal dan rasa dengan baik.

     
  5. herlinatiens

    April 11, 2008 at 5:53 am

    Astri, makasih brota…you are nice brota dueh…really. makasih ya…sangat

     
  6. asalnama

    April 12, 2008 at 3:24 am

    anjing anjing anjing kintamani

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: