RSS

harimau dalam saya

08 Apr

kau mengendus segala juru menjumpa darah
dengan taring kau cabik hati yang terbuka
seperti sesat kau lucuti malu
tanpa iba kau jemukan mereka pada hidup yang sementara

Lil, teman saya menelepon saya dan tiba-tiba hiruk oleh beberapa pertanyaan yang sedikit berbeda dari biasanya.

“Ibumu nyidam apa saat hamil kamu?”
“Saya tak tahu. Tapi saya tahu, Ibu makan jantung dan hati harimau.”
“Benarkah?”
“Iya.”

Tak ada untungnya berbohong padamu, begitu pikir saya. Ya, memang benar, kalau tidak salah saat usia kandungan Ibu berumur 3 atau 5 bulan.
Ibu saya, memakan hati dan jantung harimau yang dibawa oleh Bapak. Tengah malam itu. Sebenarnya saya tak tahu jelasnya. Saya belum sempat bertanya secara jelas perihal itu.
“Bagaimana rasanya, Bu?”
“Ya biasa saja, hati harimau itu besar de, tapi Ibu habiskan saja.”
“Doyan atau lapar?”
“Ndak tau, ya Ibu maem sajalah.”

Kata teman saya yang penasaran dengan apa yang di nyidamkan Ibu saya saat hamil ini. “Wah pantesan, memangnya biasa di sana makan hati harimau?”
Saya terbahak, tentu saja tidak. Mungkin satu kampung di sana, hanya Ibu saya yang sempat makan hati dan jantung harimau. Itu juga hanya sekali.

Harimau binatang liar yang tangguh dah bertanggungjawab, saya kira begitu. Tak ada salahnya kalau dimakan. Dalam masyarakat Petalangan Riau, terdapat sebuah cerita yang tiba-tiba saya ingat tentang seekor harimau yang merasa bersalah karena memangsa manusia. Dan atas kemauan sendirilah karena menyadari kesalahannya, harimau itu masuk ke dalam perangkap dan siap untuk dihukum oleh pawang dan masyarakat setempat.

Teman saya heran, bagaimana mungkin seseorang bisa nyidam harimau. Nah, sebenarnya saya tidak tahu apakah Ibu memang nyidam atau bagaimana. Pendeknya kalau kemudian ada yang berpendapat bahwa sifat dan tabiat seseorang dipengaruhi oleh makanan yang dimakan oleh si Ibu saat mengandung, ya saya manut sajalah.

Dalam seni penca, harimau dianggap memiliki memiliki sifat-sifat yang baik untuk ditiru oleh manusia. Sifat berani, ingin tahu, empati, simpati. Tapi bagi saya, sebenarnya harimau juga jiwa yang penakut dan mudah panik. Saya rasa begitu. Ada kepercayaan di tempat kami (atau tempat lain juga?) bahwa harimau sebenarnya sangat menghindari manusia. Bagi harimau, bertemu atau melihat manusia adalah kesialan tersendiri. Dengan bertemu/berpapasan dengan manusia, harimau-harimau itu akan bernasib sial. Selama berminggu-minggu ia akan kesulitan mendapatkan mangsa untuk makan. Makanya, harimau yang panik itu akan memangsa manusia, agar kesialannya menghilang.

Tapi kalau saya berpapasan dengan harimau apakah saya juga akan dimangsanya? bukankah saya serupa saudara bagi mereka? hehehe. Kan saya makan hati dan jantung saudara mereka? Atau justru saya musuh terbesar bagi mereka? Seperti induk-induk ular yang mengejar manusia yang telah membunuh anak mereka.

Lantas teman, apakah saya tampak seperti harimau di mata sampeyan?

 
28 Comments

Posted by on April 8, 2008 in Catatan Hari Ini

 

Tags: , , , , , ,

28 responses to “harimau dalam saya

  1. langitjiwa

    April 8, 2008 at 3:20 pm

    ” kalau begitu aku akan menjadi rajawali saja biar berdiam diri diangkasa luas dengan suaranya ..haq….haq….haq….”

    salamku,
    langitjiwa…..

     
  2. langitjiwa

    April 8, 2008 at 3:23 pm

    ” sampean tidak seperti harimau hanya seperti bunga mawar yg berduri itu…”

    salamku,
    langitjiwa….

     
  3. herlinatiens

    April 8, 2008 at 3:48 pm

    mawar berduri/kini kupergi/dengan membawa luka di hati/mawar berduri/cukup sekali/kau melukai/hatiku yang suci…eh gitu bukan sih ya lagunya tetty kadi yg judulnya mawar berduri itu….
    menjadi rajawali? seorang kawan, penyair dari Bali pernah ingin menjadi Jatayu……….

     
  4. langitjiwa

    April 8, 2008 at 4:42 pm

    ” tak apa bila dia ingin menjadi jatayu,untuk kali ini tolong ucapkan beribu kata doa agar esok aku menjelma menjadi Sang Rajawali agar terbang diangkasa luas kata-kata pada jiwamu…..” hehehehe,met mlm,mbak. tolong dong kalau ada lomba menulis puisi kasih tau saya mbak,mau memberanikan diri ah…tak apa walau kata2nya tertulis dgn kacau,hehehehe..

    salamku,
    langitjiwa…..

     
  5. asalnama

    April 9, 2008 at 1:49 am

    penyair dari bali kui sopo?mesti sing mboten-mboten iki.ih yang tidak-tidak ini.teman tapi teman katamu

     
  6. pacarherlinatiens

    April 9, 2008 at 2:53 am

    sayangku,

     
  7. yos

    April 9, 2008 at 2:54 am

    kau tampak seperti
    guru
    bunga
    harimau
    kadang bidadari
    tapi
    kau adalah
    musuh besarku….

     
  8. pacarherlinatiens

    April 9, 2008 at 2:57 am

    buat yos
    kau tampak seperti
    kumbang
    singa
    kadang pangeran
    tapi kau adalah
    musuh besarku…
    (karena memperhatikan herlinatiens-ku)

     
  9. yos

    April 9, 2008 at 4:34 am

    ssst yang kuperhatikan cuman karya-karyanya, sekalian bertempur ujicoba tulisan, memainkan pedangkata.
    hanya di dunia syair…..

     
  10. yos

    April 9, 2008 at 4:36 am

    @pacarherlinatiens
    kapan undangan nikahnya?

     
  11. herlinatiens

    April 9, 2008 at 5:26 am

    @ asalnama: penyair dari bali? masak ndak tau? sementara kereta bima saja coba kau hujamkan :p

    @ pacarherlinatiens: iya sayang, sampeyan siapa? pacar yang mana ya?

    @ yos: kok jadi aku musuh besar sampeyan? salah apakah aku tuan? lantas mengapa Tuan menganggap saya salah?

     
  12. yos

    April 9, 2008 at 6:14 am

    tak ada yang salah
    apa bedanya musuh dan sahabat
    untuk yang mau belajar kata…
    siapakah yang bisa menumbangkan “musuh terbesar kita” dalam karya?
    rendra kah, hb yassin kah, pram kah, atau … kau kah?

     
  13. herlinatiens

    April 9, 2008 at 3:26 pm

    @ yos: Iyo ta? maca cih? jan2e lapo sampeyan belokne ke perihal itu? tapi ya gpp wes, manut. daripada tukaran. wes sing penting sampeyan seneng aelah.

     
  14. yos

    April 10, 2008 at 12:13 am

    emosi @pacarherlinatiens mau tak ubah ke puisi nanti dikira berantem beneran. “Musuh” kata di atas serasa “lawan”/”teman”, misal apa ada hakekat (wuiih) perbedaan substansi antara “teman bicara” dan “lawan bicara”. Saya ( opo aku) mengambil kata “musuh” karena ada unsur ingin kompetensi tulisan.
    …waah kepekso mbukak kamus umum bahasa indonesia.
    tapi tak akui kata musuh dan teman menimbulkan luka yang berbeda.

     
  15. asalnama

    April 10, 2008 at 2:47 pm

    Ada yang emosi ya?kok ada yang pake nama pacarherlinatiens.bima ya?atau mantan pacar yang namanya Hendrawan di Teman tapi Teman?peace peace aku datang dalam damai

     
  16. astri

    April 11, 2008 at 1:46 am

    da da da daaa… ada pacar herlinatiens rupanya. kenalkan donk buk?
    biar ane tau juga kayak apa yang bisa macarin kamu.. hahahhahhahahha
    ODONG tuh pasti dia yaa…

     
  17. herlinatiens

    April 11, 2008 at 1:58 am

    @ astri: kenalkan ma saha atuh neng? te bebogoan abdi teh..eh salah ya, gimana itu bahasa sundanya? yang bisa macarin aku yg kek mana ya. bentar2, buka Undang-undang dulu.kekekke

     
  18. astri

    April 11, 2008 at 2:48 am

    duhh ternyata, mbak herlinatiens ga tau mau kenalkan siapa pada saya.. saya mesti bertanya dong pada yang ‘pacarherlinatiens’.
    hehhehheheh

    sini pacarherlinatiens, berkenalan dengan saya..toh asalnama, juga mau kenal tuh.. atau siapa lagi yaa.. ayoo! tunjuk tangan!

    tapi, bolehkah saya berkenalan dengan anda langitjiwa?hehehheheh
    mungkin aja ada jiwa saya di langit anda.

     
  19. she

    April 11, 2008 at 4:22 am

    @ astri : mulai beraksi nih rupanya?! seep deh…
    @ mbak herlin : waah… wordpress sampeyan dah di jadikan tempat trnsaksi ma si astri tuh😀 hahahha…

     
  20. astri

    April 11, 2008 at 4:33 am

    nah lho.. bereaksi apa toh mbak she!

     
  21. herlinatiens

    April 11, 2008 at 5:50 am

    @ She..kekekeke iya dek, ane juga ngakak kalau baca komentar astri nih. kalau dia mulai menunjukkan kejantanannya eh salah, pokoknya kalau dia membabi buta gitulah. kabeh-kabeh diembat. gak lanang gak wedok gak transeksual, semuanya mau dijala. jian..wes, sampeyan sinilah deket2 ma aku aja, mari balajar berhitung.

    @ Astri…dasar sampeyan ini jian, kek marketing aja. nggak mikir di rumah kekasih golong koming mikir sampeyan.eh kekasih di sini juga ya? suka baca2 ya? seep dah, jadi dia tau sampeyan mulai beraksi. berubah wujud asli..serigala.hoek..kakakaka

     
  22. she

    April 11, 2008 at 11:56 pm

    iyah mbak… saya mau deket – deket sampeyan aja lah, biar bisa belajar ilmu sama sampeyan. satu guru satu ilmu jang menganggu😛 hehehe..
    si astri mo jadi marketing cinta kali mbak😀
    siapa kekasih si astri itu ? kenalin lah ma kita2.. kekeke

     
  23. asalnama

    April 12, 2008 at 3:22 am

    she,aku boleh ikutan deket – deket juga kan?masak kamu saja yg deket – deket.

     
  24. she

    April 12, 2008 at 5:22 am

    @ asalnama : sok atuh.. semua kan tergantung mbak herlin.
    mau anda deketin apa tidak ?! bukan begitu mbak…??

     
  25. herlinatiens

    April 12, 2008 at 10:57 am

    @ she: mendekatlah selama kau mau dek…masalah Astri yang ingin jadi marketing cinta ya boleh-boleh ajalah.aku juga mau daftar ah..siapa saja pilihannya? biar aku bisa pilih dengan tepat dan benar..

     
  26. astri

    April 14, 2008 at 4:37 am

    terserahlah, mo ngomong apa!

     
  27. herlinatiens

    April 14, 2008 at 6:11 am

    du du du, panas-panas…kok gitu cih..

     
  28. she

    April 14, 2008 at 10:43 am

    kenapa panas si astrinya ? mang dia lagi sakit yah…
    @ astri : kenapa pasrah gitu ? beneran lagi sakit yah..
    sakit hati pastinya nih😛 hehehe…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: