RSS

Selingkuh = Sexual Aberration?

25 Mar

.: Hati-hati dengan efek samping :.

Namanya Rusli, dia akan menanyakan sesuatu dengan cara kanak-kanak pada saya. Seperti biasa, baru saja sms dia masuk. From:nicebro (+6281826****) sudah selingkuhkah anda hari ini? Selingkuh 5kali sehari akan menghilangkan stress. Eh becanda. Mantap mantap.
Saya dengan cekatan membalas sms-nya; Sudah dong, tapi tenang, segalanya aman. Tak ada satu menit, balasannya masuk; ok perhatikan kanan kiri anda sebelum selingkuh. Pastikan tempat dan waktu aman. Save first. Aku juga mau selingkuh ini. Ma monyet dan kambing. Mbeek. Mau kuliah ah.
Nah, saya tersenyum seperti menemukan ide dengan membalas; Ya lah sana. Kalau kuliah belum bener, saya sarankan anda jangan selingkuh dulu. Karena, efek sampingnya sangat tidak menguntungkan bagi jantung anda. Dia membalas; Asu, Asu, Asu!!!

Saya tertawa sesudahnya. Bagi dia, saya memang selalu nampak sebagai peselingkuh yang handal. Tanpa perlu merayu dan menggombal, laki-laki dan perempuan akan mudah mendekat pada saya. Tapi benarkah saya begitu? Tentu saja itu tidak benar. Tentu itu tidak tepat. Lagipula selingkuh dari apa? dari siapa? dengan siapa? dimana? Ah dia mengada-ada, bukan? Berselingkuh adalah ketika kita melanggar suatu kesepakatan bersama. Pertanyaannya adalah bersama dengan siapa? Kalau tidak ada siapa-siapa masih dikatakan selingkuh itu pasti dia menganggap saya terlalu mencintai diri sendiri. Otomatis, maksud dia adalah berselingkuh dari diri saya sendiri, “AKU.”
Tiba-tiba juga saya ingat kajian “Aspek Penyimpangan Seksual dalam Karya Sastra” dalam skrisi saya. Dalam sebuah paparan tersendiri, saya mencoba mengupas apa-apa saja yang dimaksud dengan penyimpangan seksual.

Meminjam penjelasan dari Marzuki Umar S, “Bagaimana mungkin manusia tidak terperangkap senggama pra-nikah jika setiap hari antara laki-laki dan perempuan bertemu dan bercengkrama? Bagaimana mungkin tidak ada kisah suami yang selingkuh jika pertemuan laki-laki dan perempuan dengan penampilan terbaik mereka, laki-laki dengan dandanan sempurna dan perempuan dengan obsesi seksi dan memikatnya, sering terjadi?”
Ah, sebenarnya saya kurang sepakat dengan kalimat-kalimat barusan itu. Kok lantas begitu? Selingkuh itu apa? seperti apa sajakah yang termasuk selingkuh? Bahkan beberapa orang menganggap bahwa perselingkuhan adalah sebuah penyakit. Yang mengarah ke suatu hubungan seksual juga dianggap sebagai penyimpangan seksual (abnormal). Sejajar dengan prostitusi, promiscuity, adultery, satyriasis, anorgasme, frigiditas, dysparenia, vaginismus, initial coitus difficulties, ejakulasi prematur, copulatory impotensi/psychogenic aspermia, dan impotensi. Tentu aneh bagi saya membayangkan laki-laki yang impoten lantas disebut memiliki penyimpangan seksual. Yang hampir setingkat (hampir disejajarkan) dengan zoofilia, nekrofilia, pornografi/obsceniti, pedofilia, fethisme, incest dan beberapa lagi yang lain.

Nah, kalau misal saya menuliskan homoseksual sebagai salah satu bentuk penyimpangan seksual, (seperti psikoanalisisnya Sigmund Freud) tentu akan ada teman-teman yang menganggap teori itu tidak benar. Sebagian yang termasuk dalam yang hobi selingkuh akan menganggap bahwa perselingkuhan mereka tentu saja tidak sama dengan homoseksual apalagi zoofilia.
Tentu saja ‘perselingkuhan’ yang menjadi bahan candaan antara saya dan Rusli tidak sama dengan ‘perselingkuhan’ yang dimaksud oleh si Marzuki dalam teori2teorinya. Atau sebenarnya sama saja? Mungkin patut ditanya, perselingkuhan yang seperti apa? Yang , melibatkan apa saja. Tapi hitung punya hitung, memasng bisa saja mengarah ke teori yang dipaparkannya. Kalau semisal saya hoby selingkuh, entah dengan melibatkan ‘komunikasi fisik’ atau tidak tetap masuk dalam penyimpangan seksual. Tentu saja, kita musti ingat, bahwa relasi seksual, tidak hanya melibatkan fisik, tapi juga jiwa dan manifestasi seksual lain. Mungkin -saja- saya bukan termasuk orang-orang setia, tapi saya juga tidak hoby selingkuh apalagi jatuh cinta…apa ini juga penyimpangan? Pelanggaran kata Bayu, teman saya bilang.

Dalam psikoanalisis om Sigmund Freud, dunia bawah sadar manusia semata-mata hanyalah sebatas dunia seksual semata. Keyakinan ini ditentang oleh muridnya sendiri Carl Gustav Jung yang menganggap bahwa dunia bawah sadar tidak sebatas ‘dunia seksual.’ Nah dunia bawah sadar inilah yang mencakup ranah yang lebih luas.
Yang selanjutnya sebenarnya bisa saja kita mendiskusikan perihal objek seksual dengan tujuan seksual. Karena, saya pikir, dua hal inilah yang membuat seseorang bisa dikategorikan menjadi orang yang abnormal atau normal. Perselingkuhan bila dikaji dari tujuan dan objeknya, bisa-bisa saja diyakini orang sebagai salah satu bentuk penyimpangan seksual, sexual abrration. Wew….
Kalau homoseksual yang menurut Sigmund Freud termasuk sexual aberration saja tidak mau mengakui/merasa kalau mereka menyimpang, apalagi yang hoby selingkuh yang bisa saja berpikir wajar-wajar saja. Tapi kalau selingkuhnya dengan kambing atau anjing tetangga kek mana itu? Doh..lengkaplah sudah.

****
Belum selesai saya menulis ini, sms dari seorang kawan masuk, from: Diah Ayu (+62817685***) katanya kamu punya pacar baru di Bali ya? Lalu yang di Bandung bagaimana?

Saya mungkin tahu siapa yang Diah Ayu maksud, tentang Bandung dan Bali. Tapi saya tak tahu, mengapa dia menduga saya memiliki ikatan dengan keduanya. Saya kira Diah Ayu inilah yang sebenarnya mengalami penyimpangan seksual. Puas hasratnya, kalau berhasil membuat saya kesal. Hehehehe.

 
24 Comments

Posted by on March 25, 2008 in Essay

 

Tags: , , , ,

24 responses to “Selingkuh = Sexual Aberration?

  1. bayu

    March 26, 2008 at 12:49 am

    eh jangan2 yos, pram(uka), cowoqsableng, dll( dan yang lupa-lupa) itu selingkuhannya mbak her ya? trus kapan ya ketemunya he he he

     
  2. bayu

    March 26, 2008 at 1:06 am

    alasan apa ya, bingung aku…

     
  3. she

    March 26, 2008 at 4:16 am

    sepertinya banyak yang mau jadi selingkuhan anda apa lagi menjadi kekasih anda😀 ya begitulah mbak…

     
  4. herlinatiens

    March 26, 2008 at 5:02 am

    maksudnya? coba aku tulis daftarnya satu-satu. yang pertama daftar sampeyan maksudnya? ya bolehlah….kekekek. Nama: She. Umur: lengkapilah nona…

     
  5. she

    March 26, 2008 at 6:09 am

    wew… malah seperti biro jodoh saja anda ini🙂

     
  6. bayu

    March 26, 2008 at 6:45 am

    wah komen-komen diedit kabeh

     
  7. herlinatiens

    March 26, 2008 at 7:55 am

    @ She: Biro jodoh buat siapa? Silahkan bagi yang mau berjodoh-jodohan disini…

    @ Bayu: Apanya yang diedit? segala yang sampai dalam blog ini tanpa moderator, jadi tidak ada yang saya edit, bahkan untuk cacian. Kalau kita bisa menerima masukan berupa pujian, artinya kita juga harus siap menerima kritik kan😉

     
  8. bayu

    March 26, 2008 at 8:36 am

    sorry aku komen di tulisan satu, tak baca di tulisan lainnya, jadi nggak ketemu komennya

     
  9. herlinatiens

    March 26, 2008 at 12:32 pm

    Mungkin juga comment sampeyan masuk ke spam secara otomatis (seperti milik cowoqsableg atau yos), karena ada kata2 yang dianggap mesin kurang benar, tapi sudah saya loloskan dua komentar itu dari spam. Saya sendiri tidak menemukan kata-kata yang dianggap mesin itu ‘kurang benar.’ Kadang-kadang, mesin juga terlalu sensitif…Tetaplah menjadi Bayu atau siapapun, dengan begitu saya tahu anda berada di situ.

     
  10. astri

    March 26, 2008 at 12:43 pm

    selingkuh!… suatu kebiasaan. yang mesti dimaklumi, dan bukanlah suatu hal yang mesti dipertanyakan. manusiawi sekali… hehehehehehehehheheh…
    apakah iya buk herlin??
    dan modus operandinyalah yang mesti dicermati.. …

     
  11. astri

    March 26, 2008 at 1:18 pm

    buk herlin… tak ada alasan untuk selingkuh? ahh yang benar!!.. kalo diatas ada bicara selingkuh dengan kambing atau anjing tetangga, gimana selingkuh dengan waktu, dengan kerjaan, bahkan dengan diri sendiri? hayoo….!!
    buk herlin mau jawab apa?

     
  12. herlinatiens

    March 27, 2008 at 5:26 pm

    Ya…tutup pintu, ntar juga ada yang ngetuk. Kalau ndak ada yang ngetuk, berarti rumah anda kurang menarik, kurang nampak rapi, atau terkesan angker. Buatlah yang datang merasa nyaman. Karena pertemanan bisa dimulai dari situ. Orang yang nurutin ego memang seringkali jadi bego. Yang bego juga sering jadi terbawa ego. Jadi kek mana?

     
  13. Ikankecil

    March 27, 2008 at 5:39 pm

    Saya sering dengar, ada korban baru dalam tulisan mbak herlina. Bener mbak? membaca tulisan ini saya jadi berpikir kalau pendapat tadi benar.Berarti banyak dong pacarnya?Siapa?

     
  14. astri

    March 28, 2008 at 5:49 am

    yo ii buk.. dan sekarang, lagi ga peduli tuh dengan yang ketuk ketuk.. penghuninya dah cukup kayaknya..hahahhahha…
    bego vs ego… itu judulnya.
    @ikan kecil..waww… kayaknya lu benar deh.. mbak herlin itu mang bisa menghipnotis orang untuk dijadikan korbannya… hehhehehe..
    saya harap lu ga akan jadi korban.. ati2 ya ma dia..

    apakah iya mbak herlin?:p

     
  15. she

    March 28, 2008 at 6:16 am

    @ astri : apakah kamu juga termasuk korbannya ?!😀

     
  16. Santana

    March 28, 2008 at 3:24 pm

    Sepertinya harus buat KIDUNG PARA KORBAN HERLINATIENS. pasti she dan astri pacar herlinatiens ya?

     
  17. she

    March 29, 2008 at 12:01 am

    hahahhaa… :)) ya begitulah.tanya kan saja pada empunya tulisan ini.bagaimana kiranya mbak?

     
  18. astri

    March 29, 2008 at 4:43 am

    @ santana… duuhh, korban herlin!1 amit2 deh.. ga aku kale..
    @she. kamu nanya toh?..herlin kale yang korban aku! hahahahahahahah

     
  19. rusli

    March 29, 2008 at 1:10 pm

    Tak Seperti biasa dan sudah menjadi kebiasaan bagi seorang yang berusaha pintar untuk berapologi dengan semua kelakuannya, sembarang nalar. Aktifitas yang selalu mencoba untuk berfikir logis. Mungkin seperti itu juga yang dilakukan nona herlinatiens yang juga mau pindah profesi menjadi penyanyi tersebut.
    Sayangnya herlinatiens tidak menyimak dengan nalar yang serius. Hanya sebuah apologi untuk menghalalkan tindakannya. Sebuah pengertian yang dapat dimengerti maknanya tanpa mengenal betul materi secara fisik berhubung dengan arti selingkuh yang dibesar-besarkannya.
    Ketika ia, sang presenter tersebut mengatakan seligkuh itu adalah bukan penyakit, bukan sesuatu yang tidak wajar ketika kita melanggar kesepakatan bersama. menurutnya ketika berslingkuh harus ada lawannya. harus dengan apa? siapa? dan dimana?. Ah!! untung semalam saya sempat membolak balik kamus besar bahasa indonesia terbitan balai pustaka edisi ketiga tahun 2000. saya sempat tercengang cengang dan hampir pingsan. bahkan seperti anak kecil saya harus membuka kamus itu tiga kali untuk mengetahui apa yang dimaksud kamus itu dengan kata selingkuh. didalamnya selingkuh adalah 1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan diri sendiri, tidak berterus terang, tidak jujur curang, serong; 2 korup; 3 suka menyeleweng.
    ahhh hanya sebuah kamus! bukan teori, bukan perkataan dari nabi.! kalau dipikir pikir, saya pun juga agak aneh dengan penjelasan kamus itu. tapi ahir ahir ini saya juga tak percaya teori. definisi! sangat halal nona herlinatiens mengungkapkan semua definisinya. tapi disini sang nona yang lulusan jurusan bahasa indonesia berlaku tidak adil. dengan mengatakan dan menganalogikakan selingkuh harus tidak disejajarkan dengan penyakit penyakit seks yang menurut dia bukan sebuah yang aneh. saat penjelasan penjelasan literal gagal untuk meyakinkan seseorang biasanya para filsuf menggunakan analogi.
    begini nona semalam saya juga menonton cruel intention 3. disitu ada anak muda amerika yang saling jatuh cinta dalam sebuah asrama. nah dimana sangat lumrah mereka melakukan seks. seorang pria bahkan bertaruh dengan pacarnya untuk bisa meniduri pasangan orang lain. disini seks tidak menjadi penting. jika dikaitkan dengan selingkuh. bagi mereka selingkuh adalah ketika mereka melakukan ikatan dengan orang lain. lebih umumnya ketika mereka sudah menikah. tapi untuk seks mereka masih belum menganggap sebagai perselingkuhan. kemudian saya menjerit histeris setelah mengingat paman saya yang berdarah madura membunuh paman saya yang lain karena melihat istrinya berselingkuh di sawah dengan paman saya yang lain itu. hanya melakukan seks nyawa harus melayang. dalam bukunya CAROK A. latief menyebutkan bahwa kematian terbesar dipulau madura terjadi karena carok yang disebabkan oleh perselingkuhan. dalam 1 tahun saja di kabupaten bangkalan terjadi 2000 kematian dalam satu tahun.
    berarti saya akan mengangguk mengiyakan kamus besar indonesia bahwa selingkuh adalah kebohongan. dan sudah menjadi fitrah bagi manusia untuk marah ketika mereka dibohongi.
    setali tiga uang dengan nona herlinatiens. memang selingkuh tidak bisa disejajarkan dengan penyimpangan seks atau penyakit seks lainya. tapi selingkuh tetaplah sebuah kecurangan. dalam budaya indonesia selingkuh tetap dianggap dosa. ahhh sudahlah kalau saya betah menulis di blog sang nona saya takut membuat blognya kotor. mungkin kapan kapan saya akan diskusikan dengan kakakku yang kupanggil nona ini.terima kasih.

     
  20. astri

    March 30, 2008 at 1:53 am

    yaa.. memang kita mesti mengkotakkan denga detail, selingkuh itu apa?
    dan mungkin saya mau bertanya disini, selingkuh yang punya tanggungjawab moral yang paling besar apa?

     
  21. natazya

    May 16, 2008 at 6:27 pm

    saya rasa selingkuh bukan penyimpangan… satu hal yang wajar karena manusia cuma punya sedikit saja kemampuan buat setia…

    ah Freud memang brengsek segala kembali pada kelamin! benci saya kuliah dan mempelajari banyak sekali tentang dirinya!

     
  22. lisa

    May 11, 2009 at 3:18 am

    Psikopat paling ganas. Itukah pelaku selingkuh?

     
    • herlinatiens

      March 18, 2010 at 2:30 pm

      saya rasa ndaklah, lisa…terkadang tidak bisa begitu saja menjudge mana selingkuh dan apa itu komitman dan segala jenis hubungan yang tidak begitu saja mudah dijelaskan apalagi dipahami.

       
  23. Kenton Lane

    May 28, 2010 at 8:38 pm

    If only I had a buck for every time I came here.. Superb read.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: