RSS

Monthly Archives: February 2008

again…ada yang mengaku

Nah,baru saja saya menerima telpon dari teman saya Lili,dia tanya “Mbak,katanya GTSL dibuat bareng ma seseorang ya.anak UGM,sekarang kuliah di Singapura.” kira2 begitulah isinya. Saya ngakak,waduw,apalagi ini,sudah yg keberapa kali ini orang mengaku membuat GTSL bersama saya. Baik,sepertinya harus saya jelaskan. GTSL (Garis Tepi Seorang Lesbian) saya tulis setelah saya gagal mendapatkan support dana dari DIKTI/KOPERTIS untuk melakukan penelitian tentang homoseksual. Justru proposal tentang anak ajalanan yang diterima. Nah, awalnya saya membuat beberapa cerpen yang kemudian saya kirimkan ke Galangpress. Mereka saat itu tertarik dengan salah satu cerpen berjudul “Gomorah” dan meminta saya menuliskan itu menjadi sebuah novel. Dalam waktu 2 minggu,saya menyerahkannya pada mas Yulius,direktur mereka,meski sebenarnya saya menuliskannya tanpa berhenti selama 5 hari di kost2an saya di Karangmalang. Mari,bagi yang sangsi saya perkenalkan dengan beberapa mbak kost saya yang menyaksikan sendiri saya menuliskan kalimat pertama sampai kalimat terakhir dalam buku tersebut. Sendirian dalam kamar, tidak keluar kemanapun, hanya sesekali mbak kost saya mengetuk pintu mengajak makan bersama selepas sholat magrib. Nah,kalau kemudian ada yang mengaku-aku menulis GTSL bersama saya,dengan senang hati saya menunggu anda atau teman anda itu untuk membenarkan hal tersebut. Saya terganggu sangat. Awalnya sih tidak, tapi setelah 4 tahun lewat begini, kok masih ada yang mengaku-aku dan tidak hanya 3 orang, ya lebih baik dipertemukan saja orang-orang tersebut. Anehnya,saya tidak mengenal mereka. Harusnya,mereka cukup mengaku, “Nah,itukan kisah cinta saya dengan dia yang dia tulis” kan bohongnya jadi nggak kelihatan dan terlihat lebih bisa dipercaya. Tapi kalau mengaku menulis bersama saya, kok rasanya itu akan dengan mudah dapat saya patahkan dengan banyak hal. Yang mengaku menjadi pacar juga banyak, yang mengaku saya jadikan objek penulisan juga banyak, waduw….sampai seorang wartawan dari sebuah media saat itu menunjukkan copyan email yang beralamatkan nama saya untuk seseorang. Waduw…saya rasa email saya hanya naesti@plasa.com. Lalu di tahun 2005 kalau tidak salah, saya membuat herlinatiens@yahoo.co.id.
Kalau sampeyan-sampeyan yang membaca ini pernah denger seseorang mengaku menulis GTSL bersama saya,sampaikan rasa cinta dan terimakasih saya. Saya jadi membayangkan,kalau saya mengenal mereka yang mengaku-aku itu,lalu mempertemukan mereka bersama dan saya duduk di tengah-tengah mereka,kan asyik itu mendengar kesaksian bagaimana mereka bersama saya selama 5 hari 4 malam itu….
Sudah hampir adzan dhuhur, rasanya saya cukupkan dulu.

Advertisements
 
14 Comments

Posted by on February 22, 2008 in Essay

 

dwaaang!!!Rokok,rokok…

Dwaang!!!
Kemarin, saya tidur jam 2 lewat, bangun jam 5 lalu sedikit capek kasih minum anggrek,semak sirih merah,dan kembang-kembang lain. Saya malas melihat ke dalam kolam,airnya sudah berwarna hijau,tapi saya malas untuk mgurasnya. Sebenarnya kasihan juga ikan-ikan koki itu,tapi mau bagaimana lagi. Hujan sering mengacaukan semuanya dengan cepat. Jadi ya nggak pake lama, saya sebar sajalah makanan ke permukaan kolam yang cepat sekali mereka habiskan. Saya masuk ke dalam kamar,menyalakan komp,buka friendster,cek email,dan iseng ikutan maen game di sebuah room. Odong,nilai direset ma opnya di pertengahan bulan,padahal dah rank 1. Malaslah saya akhirnya. Saya iseng baca buku om Albert Camus,dah lama gak kesentuh.Nah,paginya ditelpon Fitz,janjianlah kami ketemu,ngobrol membahas rasa patah hatinya pada seseorang.
Hujan,membuat saya membatalkan beberapa janji,tepatnya menunda. Karena,ada yang lebih penting,ngantar sesuatu ke LIP. Sebelumnya,sewaktu di cafe kampus-tempat saya ngopi bersama Fitz-,seorang perempuan berkacamata,adik tingkat tanya pada saya,”Boleh minta rokok Mbak?”
“Oh silahkan,dek.” kata saya.” Tiga sekalian ya Mbak,warungnya nggak buka.” Saya senyum dan mempersilahkan dia ambil berapapun dia mau. Tiba-tiba saya tersadar akan sesuatu, dan berpikir, betapa tololnya saya mengajari dia untuk bodoh!Dwaaaang!!!!Bayangkan,dia bilang; warungnya nggak buka saat sedang berada dalam sebuah cafe,yang disampingnya berdiri koperasi mahasiswa dengan berbagai jenis rokok. Alamak,tolol nian dia,saya yang lebih tolol,karena tidak mengajari dia berbohong dengan cara yang baik dan benar serta sopan,kekekkeke. Mustinya dia bisa bilang,”Starmild habis,Mbak.” atau, “Mau beli rokok,dompet saya ketinggalan di kost.” atau yang lain.Waduw…Saya cekikikan dalam hati merasa tolol,tau gitu saya bilang ke dia,”Udah dek,ambil saja semua,saya sedang bosan merokok.” Nah,lebih keren kan tu,lalu saya bisa mengeluarkan bungkus kedua saya dari dalam tas,membukanya,lalu memindahkan batang-batang rokok ke dalam kotak rokok saya. Wew…Saya geli sangat mengingat siang itu.
Sorenya,sewaktu pulang dari LIP dan mendapatkan perlakuan yg dingin dari dua orang perempuan yang berbeda oleh sebab entah (kali cemburu karena pacar mereka masing2,atau karena si Mbak yang berambut pendek nan cebol dan berhidung pesek itu sedemikian dendamnya pada saya) tiba-tiba saya menemukan dua kalimat yang menurut saya bisa jadi ide nulis saya, yang pertama; Segera,saya menceraikan suami anda. Dan yang kedua; Maaf,kalau saya mengabaikan kekasih anda,kekekkek…saya kira dengan begitu,keduanya akan mengerti maksud dan itikad baik saya.wew…

 
5 Comments

Posted by on February 21, 2008 in Catatan Hari Ini