RSS

Sajak Cinta Yang Pertama, (koella)

24 Jul

di sini hujan
mungkin mewakili apa yang kuingin sampaikan
padamu
Tidar selalu hujan, sayang
aku gigil karenanya

semoga hujan-hujan yang datang tak membekukan hatimu

sepotong coklat
es krim strawberry
kursi hijau berkutu
meja bersegi
aku menghadap ke jalan dan kau larang
tanpa tahu alasan

dan seekor kecoak menghindar berlari

(dalam “Yang Pertama”)

 
15 Comments

Posted by on July 24, 2007 in Puisi

 

Tags: , , , ,

15 responses to “Sajak Cinta Yang Pertama, (koella)

  1. narapmhad

    July 24, 2007 at 7:09 pm

    Tidar tu di mana? wah pasti banyak baju orang gak pernah kering di sana ya…hujan terus sih

     
  2. VAS

    August 21, 2007 at 1:09 pm

    tidar = sevron keemasan yang menengadah ke atas

    tidar = derap langkah itu

    tidar = bersabar

    tidar = menyebalkan

    tidar = kekaguman

    tidar = angkuh

    tidar = setahun yang telah lalu

    dan akhirnya..

    TIDAR = HARAPAN

     
  3. intan

    December 29, 2007 at 5:23 am

    tidar…
    aku belum pernah kesana…
    mungkin nanti…dan nanti…
    tapi dalam KOELLA-mu terbaca TIDAR dalam hatiku…
    seperti de javu dalam satu kerling waktu…

    dalam KOELLA-mu kutemukan seorang aku
    yang mencinta dan terluka…
    yang tertawa dan kini patah…
    tapi dalam patahku aku tersenyum..
    aku bertemu sesuatu yg tak dapat kuungkap hanya dengan kata2
    tapi hatiku yg merasa…

     
  4. Ranny

    January 4, 2008 at 8:38 am

    Tidar…

    Di kota ini aq menaruh ke gundahan n’ kecemasan
    Aku mengintip di lubang pintu Gerbang Ksatrian
    Menanti para satria – satria pembawa suara dari surga,
    berjajar rapi dlm barisan, membawa suara penantian dan kesetiaan perawan2 tidar yg menunggu wktu kalian keluar menghirup udara bebas yang tidak berahabat dengan waktu…
    Aku berharap hari sabtu ini, di KOELLA ^_^

     
  5. chio

    February 21, 2008 at 7:50 am

    koella,
    hmmm tertawa ku dibuatnya,
    koella bukan hanya mengajarkan tentang senyuman
    tapi juga tentang luka

    berdiri dirinya di depan gerbang tidar yang angkuh
    namun tetap terlihat bersinar
    beratus mata menatap kepadanya, seakan hanyut dalam kilauannya

    koella,
    tentang harapan, perasaan, dan impian
    yang melebur bersama waktu
    dan akhirnya,
    ada yang tersenyum bersamanya
    namun ada pula yang terluka

     
  6. Iloveyou

    July 11, 2008 at 3:58 am

    Jangan mau diperbodoh tentara ya.

     
  7. sagita

    January 27, 2009 at 12:36 pm

    tidar…
    dmn kisah cinta ku di mulai…
    disana jg cinta ku tglkan…
    smua ada kisah hidup ku disana..

    dan cinta ku dgn perwira muda ku..

     
  8. missyou

    January 27, 2009 at 3:14 pm

    SAYA TIDAK MEMBODOHI. Atau jangan-jangan saya yang dibodohi. Tapi menyenangkan dibodohi herlina

     
  9. SPARKLING HAZE

    November 24, 2009 at 3:45 pm

    TIDAR .

    I FOUND WHAT I CALLED “undefined LOVE” THERE.

    love always takes time.

     
  10. dusone

    June 5, 2010 at 10:57 pm

    menyukai ini

     
  11. aulia

    November 7, 2011 at 8:40 pm

    bukunya masi ada gak sih? pengen beli, kalo pesen online ada gak?

     
  12. tifany

    March 16, 2012 at 11:10 pm

    Pengen bgt baca bukunya. Cari di toko buku uda gag ada. Kira2 bs didpt dmn ya?

     
  13. cerita

    November 1, 2012 at 11:36 am

    Tidar jln gatot soebroto magelang

     
  14. Arin

    November 1, 2012 at 11:39 am

    Tidar selalu hujan sayang

     
  15. husnul Fattimah

    November 14, 2013 at 9:41 am

    bukunya masih bisa dipesen ngga ?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: