Perjalanan -yang tak lagi- Rahasia
; are you kidding me?
Saya meminta pembantu -di rumah dimana saya tinggal- bilang saya tidak ada. Dari dalam kamar depan saya mengintipnya termenung dengan cara yang tidak saya sukai, tepat saat handphone saya berbunyi karena nomornya masuk. Ah, saya lupa mengaktifkan silent mode di hp.
Berharap malam itu cepat berlalu, hingga lahir hari baru untuk saya cepat-cepat pulang ke Yogya. Dengan demikian saya memiliki alasan untuk menyudahi segala pertanyaan dengan ‘pulang’. Ke Yogya. Apa saya nampak seperti pejabat korup yang kalah sebelum perang di pengadilan? Mungkin. Tapi begini lebih baik.
Saya pernah menyelenggarakan hubungan. Mendengar janji dari banyak orang. Tapi bukan dengan dia. *jadi mau dengerin lagu Project-P, Pacarku superstar?*
Sekali lagi saya membaca semua sms dia di MumSMS, sekarang saya memang bertingkah seperti pendusta kecil di belakangnya….what the hell with kata-kata. ups… saya ingat kata-kata saya sendiri padanya perihal ikan dan air kolam yang kotor. Masihkah kau ingin meloncat ke dalamnya? ke bawah itu? Karena tak mungkin bagiku memanjat pohon yang kau minta itu, terlalu tinggi sayang. Sungguh terlalu tinggi untukku.
Sekarang biarkan aku perbarui jawaban yang kuberikan padamu; sekarang aku ingin semua baik-baik saja. Kau tetap baik. Aku juga baik. Sebagai teman baru yang pernah bekerjasama. Sebagai teman yang bersikap pengecut dan takut menemuimu. Tentang hari esok, semoga tak ada janji yang musti kita tepati. Amien.
Hari kedua di Yogya…(2 maret 2009)
(was taken from herlinatiens.multiply.com)









baca postingan kadang seperti nonton telenovela amerika latin, kadang baca-kadang tidak, tapi seperti masih ada garis cerita…
tapi tetap misteri
memang serupa telenovela tepatnya serupa cerita-cerita dalam buku2 harlequin. dimana lelakinya terlalu memikat, terlalu tidak mungkin untuk -tiba-tiba- menjadi nyata. mencoba menganggapnya mitos. misteri yang dibuat misteri yang lahir dengan sendirinya….argh, saya tak suka mengakuinya…
waduw, hampir saja saya ngeluh nunggu postingan terlalu lama, eh muncul lagi postingan, thanks, cumaa itu kalo baca cerita kadang jadi seperti tokohnya, kadang ikut berbunga-bunga karna punya kekasih, tapi kadang-kadang kadang ikutan serasa patah hati…, kadang-kadang ikutan jealousy…padahal cuma crita
aduh aduh…saya sedang tidak enak hati
*
aih aih saya makan hati *plus jantung ayam
saya tidak mau jadi tokoh dalam cerita itu
aduh berbunga-bunga
aduh punya kekasih
aduh patah hati
aduh jealousy
aduh cerita
inget kate seseorang
“Awas. Lady Ngawi punya ’sesuatu’ lho..”
Jika ’sesuatu’ serupa bengawan solo…!
Aduh menghanyutkan
Aduh melenakan
Aduh aku terbuai
Aduh lolos semua sendi-sendiku
Aduh ceritane
Aduh gak iso neruske
herlina mengeluarkan bisanya lagi cihui. yak korban baru korban baru. sepertinya akan terbit satu novel lagi nih kalau sudah mengeluarkan bisanya begini.
selalu dari temanlah awal dari segalanyaa…
@pacargelap
kena bisanya herlina..?? wah keseringan, sampek kapalen sampek kemekelen…he he he he.
korban herlina? wah keseringen….sampek apal..he he he.. sampek kenthir…hwak kak kak kak
duh cinta, jalan sama mandala ya? kok nggak ajak-ajak. ketahuan lagi di jakarta ya? ketemu yuk, tapi jangan sama mandala ya.
@ uhuik: mbok ora ngunu to yoooo
@ pacargelap: bisa-bisanya aku terlena. bisa-bisanya aku percaya. rupa-rupanya kau berbahaya. rupa-rupanya kau sama seperti ular, seperti ular yang sangat berbisa, sangat berbisa….
@ yuhuuu: oh…gitu ya? oooo -lagi- kalau gitu kita temenan yuk? mau ndak?
@ uhuik: seneng ni ye…
@ iloveyou: sampean kok ngomong ngunu ya? aneh!!!!
harus bicara bagaimana, cinta?
pacarku superstar???
haduh haduh…, makin kentara aromanya lo mbak!
wakakkkkk…,