stasiun di antara kereta -Bima-, 3

.: pada Tuan itu :.

1.
Kereta selalu membawa cerita, Sayang
kepergian berikut kepulangan
Untuk mereka yang merayakan hidup dalam perjalanan

Pada peluit yang mengiring setapak kecil seorang ibu
Cinta-cinta ditawarkan, ditimbang
dia selalu lupa cara mati berulang kali
-ajarilah aku lupa jalan pulang-

Akan kita lihat keteguhan batin seorang ibu sunyi malam itu
-telah ditinggalkan, anak-anak asinya-
pada gerbong-gerbong yang menuliskan angan dalam angin.
Akankah nasib terbawa kembali bersama debu sekian inci

Kepulangan yang selalu ditunggunya
tak membawa apa
selain romansa tua
dalam sulur waktu yang merona

Kereta kesekian kembali datang
dengan kacakaca buram seperti biasa
-tak juga Bima-

Tapi, masih ditunggunya juga
gerbong-gerbong tua yang tersesat itu
-disana, diperon utama-

2.
Dan demikianlah kita bercakap
Sembunyi dari dingin dan sebab
Aku gigil, masihkah kata begitu jauh?
Janganlah terlalu cepat menjadi
Sebab langit indah tanpa kita
Dan cium datang dari arah mana saja
Merebutku darimu

3.
Puisiku lupa jalan pulang
Ia mengawinimu

Sebagai syair, kau menjelma suluh yang jarang tersentuh
pandai menguji waktu dari sajak luka

Pinang, kupinang kau
Sebab aku lupa musti menamaimu apa

4.
Masalahnya hanya satu, Sayang
Aku mencintaimu
tanpa apapun

~ by herlinatiens on April 1, 2008.

9 Responses to “stasiun di antara kereta -Bima-, 3”

  1. dan bagiku masalahnya hanya satu sayang: aku tetap mencintaimu, dengan seluruh hidupku menunggu.

  2. tapi masalahnya dah jadi dua sayang, selain karena itu, ternyata cinta apa aku tak tau… :)

  3. hehehhe…
    apa kabarmu, perempuan?

  4. jadi berapa lagi tulisan tentang bima ini?

  5. aku tersenyum dikala kutemukan jemari itu telah mau tuk jujur.
    dan terbesit asa, moga tak akan ada lagi sunyi dan ketidakberdayaan di ruang jiwanya.

  6. wew,mulai ni sotoy…jujur ma saha atuh neng? wew…masak ane kek wong edan ngobrol ma kereta? bisa diangkut ke RSJ ane ma penjaga keretanya.

    @ sireum: apa kabar bandung? masih terus menulis? sampaikan kabar bahagia dari sana…terus berkarya ya…

    @ asalnama: tergantung juga ini,kalau Bima nya mogok ya mungkin berhenti beberapa epsode kemudian. Kalau terus beroperasi ya terus ada mungkin. Atau berhenti dirasa sudah cukup tulisannya. Tergantung itu mah

  7. sotoy! sotoy!…. santap aja kale.. enak tuh pake.. ayam, atao daging..
    iya.. antarin aku ke RSJ yaa.. tapi di smrg.

  8. Kalau mogok ada pesawat kan bu?maukah naek pesawat bersamaku?lebih cepat sampai.hemat energi hemat biaya.pasti kalau cerita ini nyata,pacarnya seneng ya bu,ibu romantis sekali.tapi aku lebih senang mendengar ibu kalau sedang jadi pembicara.kalau di radio suaranya juga lucu.

  9. Pesawat kalau macet di udara kek mana tu? apa ndak lebih repot:p
    Pendeknya saya selalu nyaman bepergian dengan kereta. Pacar? hm…yang mana ya? Romantis? saya rasa saya orang yang tidak romantis.ROKOK saya beli, MAKAN juga beli, jadi ndak ada yang GRATIS.kekeke…

    @ Astri: sotoy sotoy, lu yang sotoy!!

Leave a Reply