again…ada yang mengaku

Nah,baru saja saya menerima telpon dari teman saya Lili,dia tanya “Mbak,katanya GTSL dibuat bareng ma seseorang ya.anak UGM,sekarang kuliah di Singapura.” kira2 begitulah isinya. Saya ngakak,waduw,apalagi ini,sudah yg keberapa kali ini orang mengaku membuat GTSL bersama saya. Baik,sepertinya harus saya jelaskan. GTSL (Garis Tepi Seorang Lesbian) saya tulis setelah saya gagal mendapatkan support dana dari DIKTI/KOPERTIS untuk melakukan penelitian tentang homoseksual. Justru proposal tentang anak ajalanan yang diterima. Nah, awalnya saya membuat beberapa cerpen yang kemudian saya kirimkan ke Galangpress. Mereka saat itu tertarik dengan salah satu cerpen berjudul “Gomorah” dan meminta saya menuliskan itu menjadi sebuah novel. Dalam waktu 2 minggu,saya menyerahkannya pada mas Yulius,direktur mereka,meski sebenarnya saya menuliskannya tanpa berhenti selama 5 hari di kost2an saya di Karangmalang. Mari,bagi yang sangsi saya perkenalkan dengan beberapa mbak kost saya yang menyaksikan sendiri saya menuliskan kalimat pertama sampai kalimat terakhir dalam buku tersebut. Sendirian dalam kamar, tidak keluar kemanapun, hanya sesekali mbak kost saya mengetuk pintu mengajak makan bersama selepas sholat magrib. Nah,kalau kemudian ada yang mengaku-aku menulis GTSL bersama saya,dengan senang hati saya menunggu anda atau teman anda itu untuk membenarkan hal tersebut. Saya terganggu sangat. Awalnya sih tidak, tapi setelah 4 tahun lewat begini, kok masih ada yang mengaku-aku dan tidak hanya 3 orang, ya lebih baik dipertemukan saja orang-orang tersebut. Anehnya,saya tidak mengenal mereka. Harusnya,mereka cukup mengaku, “Nah,itukan kisah cinta saya dengan dia yang dia tulis” kan bohongnya jadi nggak kelihatan dan terlihat lebih bisa dipercaya. Tapi kalau mengaku menulis bersama saya, kok rasanya itu akan dengan mudah dapat saya patahkan dengan banyak hal. Yang mengaku menjadi pacar juga banyak, yang mengaku saya jadikan objek penulisan juga banyak, waduw….sampai seorang wartawan dari sebuah media saat itu menunjukkan copyan email yang beralamatkan nama saya untuk seseorang. Waduw…saya rasa email saya hanya naesti@plasa.com. Lalu di tahun 2005 kalau tidak salah, saya membuat herlinatiens@yahoo.co.id.
Kalau sampeyan-sampeyan yang membaca ini pernah denger seseorang mengaku menulis GTSL bersama saya,sampaikan rasa cinta dan terimakasih saya. Saya jadi membayangkan,kalau saya mengenal mereka yang mengaku-aku itu,lalu mempertemukan mereka bersama dan saya duduk di tengah-tengah mereka,kan asyik itu mendengar kesaksian bagaimana mereka bersama saya selama 5 hari 4 malam itu….
Sudah hampir adzan dhuhur, rasanya saya cukupkan dulu.

~ by herlinatiens on February 22, 2008.

14 Responses to “again…ada yang mengaku”

  1. wuih,mungkin mereka pengagum mbak kali..
    aku sampe tiga kali baca : Blog FS – BullBo – terakhir di sini :D ,
    sabar mbak…
    sabar kui subur lho mbak, rejekinya.Amien.
    semoga mereka di sadarkan atas kekeliruannya mengakui karya orang lain. :D

  2. kekekke, iya makasih dah ya. Lha ini bukan untuk pertama kalinya, dha gitu ternyata kawan-kawan saya banyak yg menanyakan hal itu, agaka tidak nyaman saya jadinya

  3. saya alumni UGM, ngaku barengan nulisnya sama GTSL herlinatiens. Tapi mungkin pada saat herlinatiens nulis GTSL, saya lagi nulis bahan-bahan untuk pembelajaran. Saya juga mengaku pernah rindu pada herlinatiens. he he he he he, gimana hayo…wani po ketemu…he he he

  4. kalo sewot, ketahuan dech GTSL hasil karya herlinatiens sendiri

  5. kekekke..odong euy…saya yang odong ya…wew…nah tu,yang nemenin saya buat GTSL malah gak ngaku,malah sok bilang sibuk buat bahan-bahan untuk pembelajaran.trus yang gak nemenin saya malah ngaku.repot juga nih…GLODAK

  6. odong odong… kata apaan sih.. suka banget ucapin itu… tapi mang cocok juga tuh tuk yang odong dalam mengaku keodongannya sendiri…

    hehehhehehehheheheh

  7. mang odong euy….

  8. mbok udah sebelnya, kalo ada nyang ngaku makan bareng gimanaaa hayo, aku makan bareng ama herlinatiens. tapi aku makan (sambil ngutang) di warung sendowo-sekip sedangkan herlinatiens makannya di pandega sana he he he, coba deech keluar dari trade mark GTSL, entar kan banyak cerita yang hebooh lagi…

  9. lho yang tidak mau keluar dari trade mark itu ya siapa…aneh juga nih.kekekke…justru saya ini menuntaskan.biar tidak ada lagi yang tanya yg begono2.Nah kan…pandega itu daerah mana yak? kek pernah denger.bentar2….jakal ya?uhuy…asyikk

  10. memang aneh, bila ingat GTSL langsung ingat Herlinatiens. seperti ingat alun-alun Kraton langsung ingat Ngarso Dalem. Tapi kalo ingat Ngawi ya masih tetap ingat Umar Kayam.
    Lha kalo sama pembaca tuntasnya pada ‘tidak tuntas’. Begitu muncul tulisan baru akan banyak pertanyaan begono-begini, misalnya saja “gimana ya kisah selanjutnya”.
    wis ya, kaaabuuuurrrrrr…….

  11. lho itu jelas berbeda kasus to yo Mas….wew…piye to. Hadyuh…lha kok mlayune ke perkara karya, Karya mah urusan pembaca. Perkara menuntaskan kan, perkara yg pertanyaan dari Lili, dll itu. Bukan urusan karya. Walah jan, tak jambak2 tenan iki mengko, trus minum kopi.kekekke.inggih, nuwun….

  12. wah katanya dijambak, malah kepalaku ditimpuk batu je, niyat benjol. syair meneh wae ya…

    aku ada karena kau ada *\kata peterpan po Rendra\*
    dalam setiap detak nafas
    kututugkan nada nyiru *\piye ya\*
    tuk menggempur kelu
    ….
    ….
    ….
    yaaa tuntas, ning kalo ada lagi yg ngaku tak usah emosi
    ?? iyo po
    mungkin saja… … …

  13. tuntas waelah
    kan kata piltuntas gitu :p
    trus yg bilang aku ada karena kau -pun- ada Radja juga keknya..kekkee

  14. yos sopo

Leave a Reply